Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Kompak Turun per 3 Juni 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 13:47:10 WIB
Ilustrasi Emas Antam, Sumber: pintu.co.id.

JAKARTA - Perusahaan gadai milik negara resmi memperbarui daftar harga logam mulia batangan untuk perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Berdasarkan pantauan terbaru, nilai jual emas di outlet resmi menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dibanding kemarin.

Informasi ini menjadi sorotan bagi para investor logam mulia yang rutin memantau pergerakan harga harian.

Penurunan nilai instrumen investasi ini merosot merata pada produk batangan cetakan Antam maupun produk cetakan UBS.

Logam mulia batangan produksi Aneka Tambang mengalami koreksi harga pada aktivitas perdagangan pagi ini.

Penyusutan nominal tersebut melanda berbagai ukuran berat yang dipasarkan pada jaringan outlet di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk variasi cetakan terkecil berukuran 0,5 gram, produk Antam hari ini dilepas pada tingkat harga Rp 1.495.000.

Angka ini memperlihatkan adanya penurunan senilai Rp 13.000 jika dibandingkan posisi pada hari Selasa kemarin.

Sementara itu, produk Antam dengan ukuran berat 1 gram juga terpantau mengalami penurunan harga yang cukup dalam.

Saat ini, perusahaan memasarkan produk Antam ukuran 1 gram pada level nominal Rp 2.885.000, atau menyusut Rp 26.000 dari angka sebelumnya.

Kondisi yang serupa juga terjadi pada produk batangan cetakan Untung Bersama Sejahtera.

Nilai jual untuk komoditas tersebut ikut merosot ke bawah selaras dengan tren pelemahan logam mulia secara umum di pasar domestik.

Perusahaan menetapkan nominal untuk produk UBS ukuran berat 0,5 gram pada angka Rp 1.530.000 hari ini.

Jika ditinjau dari perbandingannya, nilai tersebut menyusut sebesar Rp 7.000 dibandingkan transaksi di hari yang lalu.

Sedangkan untuk produk UBS dengan cetakan ukuran 1 gram, harganya kini dipatok berada pada nominal Rp 2.831.000 per batang.

Dalam kurun waktu satu hari saja, nilai komoditas ukuran berat ini sudah terpangkas sebanyak Rp 13.000.

Berikut merupakan ringkasan mengenai pergeseran nilai jual logam mulia pada kurun waktu per 3 Juni 2026:

Jenis Antam ukuran 0,5 gram dengan harga terbaru Rp 1.495.000 mengalami penurunan Rp 13.000.

Jenis Antam ukuran 1,0 gram dengan harga terbaru Rp 2.885.000 mengalami penurunan Rp 26.000.

Jenis UBS ukuran 0,5 gram dengan harga terbaru Rp 1.530.000 mengalami penurunan Rp 7.000.

Jenis UBS ukuran 1,0 gram dengan harga terbaru Rp 2.831.000 mengalami penurunan Rp 13.000.

Catatan tersebut memperlihatkan penurunan nilai yang cukup bervariasi tergantung pada perusahaan pembuat serta ukuran berat produk yang dipilih konsumen.

Informasi harga ini dihimpun langsung melalui situs web resmi perusahaan sebagai panduan transaksi publik.

Momen penurunan nilai jual komoditas batangan ini terjadi di tengah beberapa dinamika situasi ekonomi nasional yang bergerak aktif.

Berdasarkan data terbaru, Indonesia tercatat melakukan impor logam mulia sebanyak 2,5 ton hingga periode April 2026 dengan Australia sebagai mitra pemasok utama.

Di sisi lain, tingkat inflasi tahunan untuk periode Mei 2026 dilaporkan menyentuh angka 3,08 persen secara tahunan.

Percepatan inflasi ini didorong oleh pergeseran nilai beberapa barang kebutuhan pokok pangan seperti beras serta fluktuasi nilai logam mulia itu sendiri.

Terdapat berbagai macam faktor krusial yang memberikan dampak pada pergerakan pasar komoditas untuk saat ini:

Pertama, jumlah pasokan impor logam mulia nasional yang terhitung masih tinggi demi mencukupi kebutuhan pasar di dalam negeri.

Kedua, dinamika pergerakan inflasi yang memberikan dampak pada daya beli serta ketertarikan warga terhadap instrumen investasi aset aman.

Ketiga, pergerakan nilai tukar mata uang domestik yang berpeluang menghadirkan tekanan tersendiri pada nilai barang-barang kiriman luar negeri.

Keempat, situasi politik antarnegara di tingkat global yang kerap kali memicu ketidakpastian nilai komoditas sektor pertambangan secara mendadak.

Informasi seputar dinamika perkembangan pasar ini terhitung sangat penting bagi para investor sebelum mengambil keputusan untuk menambah portofolio logam mulia mereka. 

Para pengamat sering merekomendasikan untuk memanfaatkan momentum yang tepat di tengah tren harga yang sedang turun saat ini.

Di samping kabar mengenai pergerakan logam mulia, publik juga sedang menantikan proses pencairan dana tunjangan tambahan bagi aparatur sipil negara yang dilangsungkan mulai hari ini.

Langkah tersebut diharapkan dapat menopang stabilitas tingkat konsumsi masyarakat di tengah tantangan inflasi yang sedang berjalan.

Kabar mengenai perubahan harga logam mulia di perusahaan pergadaian ini memiliki sifat dinamis serta dapat berganti sewaktu-waktu sesuai dengan regulasi internal korporasi dan kondisi pasar global.

Konsumen diimbau untuk memantau secara berkala melalui aplikasi resmi atau mengunjungi outlet terdekat sebelum bertransaksi.

Terkini