Menkeu Purbaya Bantah Isu Kebijakan Fiskal Picu Pelemahan Rupiah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:44:09 WIB
Ilustrasi Defisit APBN, Sumber: (NET).

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa menepis anggapan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dipicu oleh kebijakan fiskal pemerintah yang tidak terkendali. Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara justru diklaim menunjukkan perbaikan pada Mei 2026.

Data fiskal terbaru akan dipaparkan dalam laporan bulanan yang dijadwalkan rilis pekan depan. Namun, kinerja fiskal pada Mei dipastikan lebih baik dibandingkan dengan April.

"Nanti kami ketemu kapan? Minggu depannya? Ada update fiskal bulanan itu, fiskal APBN kami. Itu bulan Mei membaik dibanding bulan April,” kata Purbaya kepada wartawan, Rabu, 3 Juni 2026.

Defisit anggaran hingga lima bulan pertama tahun ini tercatat berada di angka sekitar 0,7 persen terhadap produk domestik bruto.

Jika angka tersebut dihitung secara sederhana hingga akhir tahun, defisit fiskal diperkirakan berada di kisaran 1,7 persen sampai 1,8 persen dari produk domestik bruto.

“Kalau saya kasih bocoran, defisitnya tinggal 0,7 dalam lima bulan. Kalau dihitung secara tahunan, kira-kira 1,7%-1,8% dari PDB. Jadi dari situ anggaran kami aman sekali,” ujarnya.

Pemerintah juga mencatat surplus primer kembali berada di zona positif pada Mei dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan pendapatan negara di luar pembayaran bunga utang masih mampu menutupi belanja pemerintah.

Pada sisi penerimaan, pendapatan pajak menunjukkan tren yang semakin baik. Hingga Mei, penerimaan sektor pajak tumbuh lebih dari 22 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

“Pendapatan pajak kami lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22% lebih,” ujar dia.

Kenaikan tersebut menjadi indikasi bahwa berbagai reformasi perpajakan yang dijalankan oleh pemerintah mulai memberikan hasil nyata terhadap penerimaan negara.

"Reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan. Sehingga anggaran kami amat aman,” ujarnya.

Pandangan yang menyebut kebijakan fiskal pemerintah menjadi penyebab tekanan terhadap pergerakan rupiah pun ditolak.

"Kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kami makin bagus,” kata Purbaya.

Pemerintah memastikan akan memaparkan secara rinci perkembangan anggaran dalam laporan resmi yang akan dirilis pekan depan.

Data tersebut akan menunjukkan kondisi fiskal yang lebih kuat dibandingkan dengan persepsi yang berkembang di pasar saat ini.

Terkini