MEDAN - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara bersama pemangku kebijakan terkait membentuk tim penagihan tunggakan pajak daerah guna mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah itu.
"Ini bentuk komitmen kami untuk mempertegas kebijakan dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Medan, Agha Novrian di Medan, Senin.
Tim gabungan tersebut terdiri dari:
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan
Kejaksaan Negeri Medan
Kejaksaan Negeri Belawan
Polisi Militer 1/5 Medan
Polrestabes Medan
Polres Belawan
Dinas PTSP
Dinas Pariwisata
Jajaran kewilayahan terkait
Tim ini akan menindaklanjuti wajib pajak yang dinilai masih belum memenuhi kewajibannya. Tim gabungan tersebut akan menyasar berbagai sektor pajak seperti:
PBB
Reklame
Parkir
Hotel
Restoran
Sektor hiburan
Sektor lainnya
"Optimalisasi pendapatan ini dinilai krusial guna mendukung pembangunan infrastruktur kota yang lebih," katanya. Dalam pelaksanaannya, tim gabungan wajib mengedepankan pendekatan yang humanis sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
"Petugas terlebih dahulu melakukan pendekatan langsung kepada wajib pajak. Selain untuk menagih, langkah ini juga bertujuan mengoptimalkan PAD agar tidak ada potensi pendapatan daerah yang terlewat," sebutnya.
Dengan dibentuknya tim tersebut, diharapkan pendapatan asli daerah dapat berjalan optimal guna mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah kota setempat juga berharap masyarakat lebih meningkatkan kesadaran wajib pajak.
"Harapannya masyarakat sadar akan kewajibannya dan tumbuh menjadi wajib pajak yang taat di masa mendatang," sebutnya. Realisasi pendapatan asli daerah dari sektor pajak periode triwulan I mencapai sekitar Rp1 triliun lebih atau mencapai 35 persen dari target yang ditentukan.
"Itu dari 11 mata pajak, sudah mencapai 35 persen atau Rp1 triliun lebih," jelasnya. Pemerintah kota setempat terus berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah dengan berbagai cara termasuk menggandeng pemangku kebijakan terkait.
"Dari 11 mata pajak, tercatat dua yang sedikit menurun dibandingkan 2024-2025. Tetapi kami terus optimalkannya," ujarnya.