JAKARTA - Harga saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk yang memiliki kode emiten TBIG mengalami penurunan yang cukup signifikan di tengah kondisi pasar modal Indonesia yang sedang bergejolak.
Menariknya, perusahaan yang dikendalikan oleh Grup Djarum ini tetap berkomitmen untuk mendistribusikan dividen dengan total nilai melebihi Rp1 triliun.
Keputusan besar ini diambil setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026 menyetujui rencana pembagian dividen tunai.
Total dana yang disiapkan mencapai Rp1,05 triliun yang diambil dari perolehan laba bersih perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Pada hari pelaksanaan rapat tersebut, pergerakan saham TBIG sebenarnya sempat ditutup menguat sebesar 3,04 persen atau naik sekitar 45 poin ke level Rp1.525 per lembar.
Namun jika diakumulasikan sejak awal tahun 2026, kinerja harga saham emiten menara telekomunikasi ini tercatat sudah merosot hingga 41,35 persen atau terpangkas sebesar 1.075 poin.
Pihak manajemen perusahaan menjelaskan bahwa persetujuan dari para pemegang saham mencakup pembagian dividen tunai senilai Rp1,05 triliun, yang mana jumlah tersebut setara dengan kisaran 74 persen dari total keuntungan bersih tahun buku 2025.
Nilai keuntungan yang dibagikan tersebut setara dengan Rp47 untuk setiap lembar sahamnya. “Dividen akan didistribusikan pada tanggal 9 Juli 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada recording date 22 Juni 2026,” ujar Helmy dalam paparan publik, Selasa (9/6/2026).