Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dinilai Realistis di Angka 5 Hingga 5,4 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:48:50 WIB
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi, Sumber: ugm.ac.id

JAKARTA - Asumsi dasar ekonomi makro dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dinilai masih terlalu optimistis oleh seorang ekonom. Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok oleh pemerintah pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen dipandang akan sulit untuk direalisasikan.

Menurut ekonom tersebut, sejumlah asumsi makro yang disusun pemerintah berpotensi sukar untuk dicapai.

Hal ini mengingat situasi perekonomian global serta kondisi pasar keuangan saat ini yang masih dibayangi tekanan berat dan tingkat ketidakpastian yang tinggi.

"Asumsi PPKF 2027 terlalu optimistis, di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipatok Rp 16.800-Rp 17.500 per dolar AS, padahal saat ini sudah berada di sekitar Rp 18.100 per dolar AS," ujarnya pada Selasa (9/6/2026).

Selain masalah nilai tukar mata uang, asumsi imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 10 tahun yang berada di kisaran 6,8 persen sampai 7,3 persen juga dipandang terlalu rendah.

Bahkan target inflasi yang dipatok pada angka 1,5 persen hingga 3,5 persen dinilai mengalami hal serupa, mengingat adanya bayangan risiko dari sektor global maupun domestik.

Oleh karena itu, target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027 yang dipatok sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen dianggap menjadi kurang realistis untuk digapai.

"Artinya target pertumbuhan 5,8%-6,5% terlalu optimistis," katanya.

Pemerintah pun disarankan agar menerapkan asumsi makro yang jauh lebih konservatif dalam menyusun anggaran fiskal untuk tahun 2027 mendatang.

Langkah strategi ini dinilai sangat krusial demi mengantisipasi ketidakpastian ekonomi dunia, sekaligus menjaga kredibilitas dari target-target yang hendak ditetapkan.

"Dalam kondisi seperti saat ini, idealnya pemerintah menggunakan asumsi yang lebih konservatif, lalu fokus pada kualitas pertumbuhan, bukan sekadar nominal pertumbuhan," ungkapnya.

Fokus utama pemerintah dinilai wajib diarahkan pada peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Hal tersebut bertujuan agar dampak positif dari pertumbuhan bisa dirasakan secara luas oleh segenap masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja baru, penguatan daya beli, serta peningkatan produktivitas.

Melihat berbagai tantangan yang tengah membayangi, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 diproyeksikan berada di kisaran 5,0 persen sampai 5,4 persen agar lebih masuk akal.

"Menurut hemat saya, target realistis pertumbuhan ekonomi 2027 adalah 5,0%-5,4%," pungkasnya.

Terkini