BEI Perbaiki Arus Informasi Pasar Modal Respons Catatan MSCI 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 09:48:09 WIB
Ilustrasi BEI, Sumber: ajaib.co..

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia menanggapi hasil penilaian terbaru Morgan Stanley Capital International dalam Global Market Accessibility Review 2026. Evaluasi tersebut menjadi standar penting bagi penanam modal asing dalam melihat tingkat keterbukaan pasar saham di tanah air. Walau secara menyeluruh hasilnya dinilai bagus, terdapat beberapa koreksi yang mesti segera dibenahi.

"Tentu kami mengapresiasi apa yang sudah disampaikan dan itu juga sudah menjadi bagian dari diskusi kami selama ini. Jadi tentu perbaikan-perbaikan akan terus kami lakukan. Yang pasti, satu hal adalah ke depan kami yakini akan menjadi lebih baik," kata Jeffrey.

Evaluasi dari lembaga internasional tersebut dianggap selaras dengan program pembenahan pasar modal yang tengah dilaksanakan oleh otoritas bursa. Salah satu hal yang menjadi sorotan utama yakni ketersediaan data dalam bahasa Inggris.

Perusahaan tercatat sebenarnya telah diwajibkan menyetor laporan berkala dalam dua bahasa, namun otoritas bursa ingin memeriksa kembali elemen informasi lain yang sekiranya masih belum disajikan secara menyeluruh.

"Sesuai peraturan Bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa. Jadi yang dimaksud itu, apakah ada informasi lain, apakah yang disediakan oleh bursa saja atau yang disediakan juga oleh pihak-pihak lain di lingkungan pasar modal, Apakah emiten, apakah anggota bursa, apakah itu juga yang termasuk, ya tentu itu akan kami klarifikasi," ujar Jeffrey.

Lembaga riset internasional itu juga menyoroti penurunan performa sirkulasi data di tanah air dari yang semula bernilai bagus menjadi kurang bagus. Hal ini langsung direspon oleh otoritas bursa karena menyangkut mutu transparansi sekaligus efektivitas perdagangan saham.

"Itu (arus informasi) bagian reformasi pasar modal yang kami lakukan. Disitu ada ruang untuk melakukan perbaikan dan perbaikan itu terus kami lakukan," ujarnya.

Akselerasi mutu sirkulasi data dinilai krusial dalam pembenahan struktural, termasuk kejelasan data, kecepatan penyaluran, serta kesetaraan akses bagi semua investor. Walau mendapat poin koreksi, otoritas bursa memastikan bahwa penilaian tersebut tetap menampilkan banyak poin bagus dari pasar modal tanah air.

Otoritas bursa menargetkan tanah air dapat menjaga posisi sebagai pasar berkembang dalam pengelompokan yang bakal dipublikasikan pada 23 Juni 2026.

Melalui publikasi pada Kamis, 18 Juni 2026, lembaga tersebut menganggap minimnya keterbukaan data kepemilikan beserta aktivitas perdagangan bisa mengganggu penentuan harga wajar sekaligus mempersulit pemodal internasional dalam mengukur jumlah saham beredar di publik.

Di samping itu, sebagian data pasar saham tanah air belum sepenuhnya disajikan dalam bahasa Inggris sehingga menghalangi investor asing untuk menjangkau data yang mereka perlukan.

Terkini