Saham Cum Dividen BEI 22-24 Juni 2026 Tawarkan Untung Besar

Minggu, 21 Juni 2026 | 10:35:40 WIB
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Sumber: vokuz.

JAKARTA - Kesempatan bagi para penanam modal di Bursa Efek Indonesia untuk memetik keuntungan dari pembagian dividen masih terbuka lebar pada pengujung Juni 2026. Mulai hari Senin, 22 Juni, sampai hari Rabu, 24 Juni 2026, terdapat rentetan emiten yang menjadwalkan batas akhir pencatatan dividen.

Terdapat korporasi yang memberikan imbal hasil tinggi hingga menyentuh Rp486,13 untuk tiap lembar saham atau setara Rp48.630 per lot sebelum dipotong pajak. Di samping itu, ada pula emiten yang siap mendistribusikan dividen senilai Rp950 per lembar saham atau Rp95.000 untuk per lot sebelum pajak.

Rincian Saham Cum Dividen 22-24 Juni 2026:

BSSR Rp486,13 (24 Juni, bayar 8 Juli)

CGAS Rp4,00 (24 Juni, bayar 16 Juli)

DMAS Rp16,50 (24 Juni, bayar 9 Juli)

SONA Rp52,83 (24 Juni, bayar 17 Juli)

UCID Rp6,67 (24 Juni, bayar 2 Juli)

WINE Rp3,50 (24 Juni, bayar 17 Juli)

BDKR Rp2,65 (23 Juni, bayar 17 Juli)

GLVA Rp10,00 (23 Juni, bayar 16 Juli)

MTMH Rp2,42 (23 Juni, bayar 15 Juli)

NSSS Rp5,00 (23 Juni, bayar 10 Juli)

TBMS US$0,0016 (23 Juni, bayar 15 Juli)

TINS Rp88,189 (23 Juni, bayar 10 Juli)

AGII Rp11,42 (22 Juni, bayar 15 Juli)

BATR Rp2,00 (22 Juni, bayar 15 Juli)

BMHS Rp1,03 (22 Juni, bayar 14 Juli)

CEKA Rp150,00 (22 Juni, bayar 15 Juli)

DGWG Rp6,50 (22 Juni, bayar 15 Juli)

ESTI Rp2,00 (22 Juni, bayar 15 Juli)

HGII Rp0,43 (22 Juni, bayar 10 Juli)

MDIY Rp17,62 (22 Juni, bayar 10 Juli)

MKPI Rp950,00 (22 Juni, bayar 15 Juli)

PEHA Rp5,01 (22 Juni, bayar 15 Juli)

PTBA Rp114,508 (22 Juni, bayar 10 Juli)

PWON Rp13,00 (22 Juni, bayar 15 Juli)

SMRA Rp5,00 (22 Juni, bayar 10 Juli)

Rangkuman Kinerja Perusahaan Inti:

BSSR mengalokasikan dividen final Rp486,13 per saham, yang mana total dividen untuk pembukuan tahun 2025 meraih US$125 juta atau sama dengan 148,8 persen dari total laba murni.

DMAS mengantongi laba senilai Rp800,31 miliar sepanjang 2025 dan menyalurkan dividen Rp16,50 per saham yang setara dengan 99,37 persen dari keuntungan bersih.

PTBA mengumpulkan total pendapatan sebesar Rp42,65 triliun serta keuntungan Rp2,93 triliun, dengan dividen Rp114,508 per saham yang setara 45 persen dari laba murni.

MKPI mengucurkan dividen sebesar Rp950 bagi setiap lembar saham yang diambil dari hasil keuntungan tahun buku 2025.

CEKA memutuskan nilai dividen sebesar Rp150 per saham yang sejalan dengan kondisi fundamental perusahaan yang kokoh.

TINS menyerahkan keuntungan dividen Rp88,189 per saham pasca mencatatkan pemulihan performa keuangan sepanjang musim 2025.

PWON mendistribusikan keuntungan dividen sebesar Rp13 per saham yang didukung oleh pendapatan berulang dari sektor pusat perbelanjaan, perhotelan, dan perkantoran.

SMRA membagikan dividen senilai Rp5 per saham demi mempertahankan ritme ekspansi usaha lewat pengelolaan kota mandiri serta sektor properti di kota-kota besar.

Istilah cum dividen merujuk pada batas waktu paling akhir bagi para pelaku pasar untuk merebut kepemilikan saham agar terdata sebagai pihak yang berhak menerima keuntungan. Apabila transaksi pembelian dilakukan melewati masa ex-dividen, maka hak atas keuntungan tersebut otomatis hangus. Oleh karena itu, para pemodal wajib mencermati tabel waktu cum dividen, tanggal penentuan daftar pemegang saham, serta waktu realisasi pembayaran.

Secara garis besar, rentang waktu dari tanggal 22 sampai 24 Juni 2026 menjadi momen yang sangat padat bagi pembagian keuntungan saham di bursa domestik.

Perusahaan-perusahaan seperti BSSR, PTBA, MKPI, DMAS, CEKA, TINS, PWON, dan SMRA menyuguhkan nilai dividen yang menggiurkan. Kendati demikian, para pelaku investasi diimbau agar tidak sekadar tergiur oleh besaran yield, melainkan harus tetap menakar fundamental serta prospek usaha ke depan.

Terkini