Harga Emas Dunia dan Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif Sepekan Depan

Senin, 29 Juni 2026 | 13:41:46 WIB
Ilustrasi Emas Dunia, Sumber: riauonline.

JAKARTA - Harga emas dunia serta logam mulia diperkirakan masih terus bergerak naik dan turun selama satu pekan mendatang. Pergerakan nilai aset tersebut dipengaruhi oleh beragam sentimen global, mulai dari ketegangan geopolitik, dinamika politik di Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, hingga ancaman perang dagang.

Pada penutupan perdagangan Sabtu pagi pekan lalu, harga emas dunia berada di posisi US$ 4.077 per troy ounce, sedangkan logam mulia ditutup pada angka Rp 2.660.000 per gram. Jika terjadi penurunan, harga emas dunia berpotensi merosot menuju area support pada US$ 3.786 per troy ounce, sementara logam mulia dapat melemah menjadi Rp 2.530.000 per gram.

"Jadi kesimpulannya untuk emas dunia dalam sepekan ke depan kemungkinan besar diperdagangkan di support US$ 3.786 per troy ounce, kemudian tertinggi ya resistennya di US$ 4.344 per troy ounce,"

Namun, apabila nilai emas mengalami penguatan, harga emas dunia berpeluang melewati level resistance sampai US$ 4.344 per troy ounce. Beriringan dengan hal tersebut, harga logam mulia diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp 2.530.000 hingga Rp 2.750.000 per gram sepanjang pekan depan.

"Kemudian untuk logam mulianya, kemungkinan besar dalam sepekan itu Rp 2.530.000 per gram sampai di Rp 2.750.000 per gram,"

Fluktuasi harga emas dunia dan logam mulia ini dinilai sangat bergantung pada situasi global. Perhatian utama pasar saat ini sedang tertuju pada konflik geopolitik, arah politik di Amerika Serikat, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, serta potensi meningkatnya perang dagang pada semester kedua tahun ini.

Mengenai aspek geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah terjadi insiden penyerangan kapal tanker serta aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat. Di samping itu, konflik antara Rusia dan Ukraina yang belum usai juga tetap memengaruhi sentimen pasar global.

Sementara itu dari dalam negeri Amerika Serikat, dinamika politik domestik seperti prospek Partai Republik di parlemen serta arah kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump dinilai ikut memengaruhi pergerakan aset global. Di sisi lain, kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika juga tetap menjadi sorotan para investor setelah adanya tanda-ganda bahwa suku bunga cenderung dipertahankan daripada dinaikkan.

"Apa sih yang membuat harga-harga tadi yang saya sebutkan berfluktuatif? Yang pertama ini adalah masalah geopolitik, kebijakan perpolitikan di Amerika, kemudian kebijakan bank sentral, kemudian perang dagang,"

Gabungan dari faktor-faktor tersebut dipastikan akan menjadi penentu utama pergerakan harga emas dunia serta logam mulia selama beberapa hari mendatang, di tengah tingginya ketidakpastian situasi ekonomi dan politik dunia.

Terkini