Saham ANTM BRMS dan MEDC Menguat saat Indeks Bisnis-27 Melemah

Senin, 29 Juni 2026 | 13:41:46 WIB
Ilustrasi Saham, Sumber: pegadaian.

JAKARTA - Indeks Bisnis-27 mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan pagi, Senin (29/6/2026). Walau demikian, beberapa saham terpantau tetap menguat, di antaranya ANTM, BRMS, dan MEDC.

Berdasarkan data, indeks merosot 0,33 persen menuju level 403,17. Dari total 27 emiten di dalamnya, tercatat 11 saham mengalami kenaikan, 12 saham terkoreksi, dan 4 saham tidak bergerak. Kenaikan harga tertinggi dipimpin oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) yang tumbuh 2,95 persen ke level Rp2.790, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 2,41 persen ke Rp510, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 2,36 persen ke Rp1.085, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang menguat 2,13 persen menjadi Rp144.

Beberapa emiten lain yang juga mencatatkan penguatan harga meliputi: 

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 1,89 persen ke Rp6.725 

PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 1,31 persen ke Rp310 

PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) naik 1,27 persen ke Rp800 

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 0,89 persen ke Rp2.270

Di sisi lain, penurunan harga terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang merosot 1,62 persen ke Rp6.075, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang turun 2,76 persen ke Rp1.235, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang melemah 3,08 persen ke Rp1.415, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang jatuh 4,61 persen menjadi Rp1.450.

Kemerosotan harga saham juga membayangi beberapa emiten berikut: 

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) turun 0,63 persen ke Rp3.140 

PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 0,66 persen ke Rp1.505 

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun 1,02 persen ke Rp1.945 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 1,61 persen ke Rp2.440

Pergerakan IHSG untuk pekan ini diproyeksikan masih berada dalam jalur penurunan jangka menengah, kendati sebelumnya sempat merangkak naik dari titik terendah 5.318 menuju posisi 6.377. Secara teknikal, pergerakan indeks dinilai belum mampu menembus batas atas area swing high terdahulu, sementara posisi penutupan pasar pun masih berada di bawah garis MA5, MA10, dan MA20.

Berkurangnya histogram positif MACD dan indikator Stochastic RSI yang mulai mendekati area pivot menunjukkan bahwa daya dorong penguatan pasar kian terbatas, sehingga IHSG berpotensi menguji titik support di rentang 5.700–5.800 pada minggu ini.

Selama support tersebut mampu dipertahankan, pergerakan indeks diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 5.500–6.400. Kepastian mengenai perputaran arah tren menjadi menguat baru bisa dipastikan jika IHSG sukses menutup perdagangan pekanan di atas angka 6.452.

Dengan demikian, segala bentuk kenaikan yang terjadi sebelum angka tersebut terlampaui dinilai masih sebatas pemulihan sementara atau relief rally. From sudut pandang psikologis pasar, para investor kini terlihat lebih memilih mengambil sikap wait and see akibat pengaruh sentimen yang saling bertolak belakang.

Fokus perhatian pelaku pasar akan mengarah pada rilis data makroekonomi utama paruh pertama tahun, mulai dari angka inflasi, neraca perdagangan, tingkat optimisme konsumen, hingga keputusan terkait tingkat suku bunga acuan oleh Bank Indonesia pada pertengahan bulan Juli mendatang.

Di saat yang sama, pihak otoritas mulai menggulirkan program stimulus perekonomian bernilai total Rp26,34 triliun melalui delapan bentuk insentif guna memelihara tingkat konsumsi masyarakat sekaligus memacu roda pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun 2026.

Langkah penguatan konsolidasi anggaran juga terus ditempuh lewat jalur efisiensi belanja negara, yang mencakup skema pemotongan porsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengetatan subsidi sektor energi, dan beragam program pembenahan kebijakan demi memulihkan penilaian positif atas kondisi fiskal nasional. 

Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati efektivitas implementasi kebijakan tersebut serta menunggu penilaian lanjutan dari lembaga pemeringkat kredit, sehingga arah arus modal asing diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan pasar domestik.

Terkini