OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas di Tengah Ekspansi Kredit

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:04:33 WIB
Ilustrasi Gedung OJK, Sumber: bareksa.

MANADO - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) Robert Sianipar menyatakan bank perlu memperkuat likuiditas di tengah ekspansi kredit saat ini.

"Likuiditas perbankan harus terus diperkuat, karena loan deposit rasio (LDR) perbankan Sulut berada di atas angka 100," kata Robert.

Robert menyebutkan bahwa LDR perbankan Sulut berada di angka 162,48 persen hingga posisi April 2026. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1,59 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yakni 164,07 persen.

Dia memaparkan bahwa tingkat LDR yang tinggi ini menunjukkan nilai penyaluran kredit lebih besar daripada penghimpunan dana masyarakat.

"Ada dana dari luar yang masuk ke Sulut dan dijadikan sebagai pinjaman," katanya pula.

Oleh karena itu, dia menambahkan bahwa kondisi likuiditas masih terjaga dengan baik walau LDR perbankan Sulut tercatat tinggi.

Pihak perbankan juga disebutnya tetap menjaga likuiditas dengan berfokus pada Current Account Savings Account (CASA) atau dana murah.

Kondisi LDR yang tinggi ini tidak dikategorikan berbahaya selama bank memiliki cadangan likuid, akses pendanaan lain, serta kualitas kredit yang baik.

Total kredit perbankan Sulut hingga April 2026 sudah menyentuh Rp57,77 triliun atau tumbuh 6,97 persen dari posisi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp54,01 triliun.

Robert menuturkan nilai tersebut juga meningkat sebesar 1,01 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari Rp57,19 triliun pada Maret 2026 menjadi Rp57,77 triliun pada April 2026.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan Sulut mencapai Rp35,55 triliun atau naik 8,01 persen dibandingkan posisi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp32,91 triliun.

Dia memungkasi bahwa nilai tersebut tumbuh 2,14 persen dari Rp34,81 triliun menjadi Rp35,55 triliun jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025.

Terkini