JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk merangkul Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali beserta Bank Indonesia Provinsi Bali demi menggenjot pemahaman keuangan semenjak masa kanak-kanak lewat agenda penyuluhan yang membidik 2.000 murid di Gianyar pada awal pekan ini.
Inisiatif bernama MELAIB yang merupakan bentuk kerja sama antara Maybank Indonesia bersama OJK Provinsi Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, serta Prestasi Junior Indonesia tersebut menargetkan ribuan murid dan 80 tenaga pendidik di 40 sekolah dasar di wilayah Kabupaten Gianyar.
Di samping menyalurkan penyuluhan kepada para murid, kegiatan ini turut melengkapi para tenaga pendidik lewat bimbingan supaya sanggup memadukan pemahaman keuangan ke dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Head of Sustainability PT Bank Maybank Indonesia Tbk dari sumbernya menyatakan bahwa agenda tersebut memiliki maksud menanamkan watak mengatur keuangan secara cermat dari kecil serta membentuk watak finansial yang baik layaknya tahapan panjang menyerupai penuntasan sebuah maraton.
Dari sumbernya menyatakan bahwa hambatan yang dihadapi oleh anak-anak semakin pelik seiring bertumbuhnya ranah keuangan digital.
"Penguatan fondasi keuangan sejak dini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Melalui program MELAIB, kami ingin membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap bijak dalam mengelola uang melalui metode pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami," kata Maria.
Dari sumbernya mengimbuhkan bahwa tenaga pendidik mengemban fungsi krusial sebagai agen pembawa pembaharuan dalam membangun watak finansial anak.
Oleh sebab itu, pihak Maybank pun mengadakan pelatihan pengajar agar pemahaman keuangan dapat diaplikasikan secara berkesinambungan pada area sekolah.
Dari sumbernya menaruh harapan bahwa kerja sama bersama OJK, BI, Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, dan Prestasi Junior Indonesia sanggup menelurkan generasi yang cerdas secara finansial seraya menopang tercapainya target Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Irwan, memandang pemahaman keuangan menjadi pegangan krusial di tengah ramainya penipuan serta beragam cara investasi bodong pada masa digital.
Irwan memperingatkan publik supaya tidak gampang terpikat iming-iming hasil melimpah di masa singkat.
Berdasarkan keterangannya, jika menjumpai tawaran yang meragukan, publik hendaknya menjalankan verifikasi lewat saluran resmi OJK sebelum menentukan langkah.
"Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, bertanya atau dicek dulu. Jangan sampai setelah mengalami kerugian baru menyesal," ujarnya.
Pihaknya turut menggarisbawahi krusialnya fungsi tenaga pendidik serta orang tua dalam menemani anak memanfaatkan teknologi digital.
Berdasarkan keterangannya, kebebasan jangkauan internet menjadikan anak-anak lebih gampang tersangkut bermacam warta, mencakup tawaran investasi bodong, kecurangan online, sampai judi online.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah, menuturkan pengajaran keuangan wajib dimulai sejak masa sekolah lantaran watak mengatur uang tidak terbentuk secara langsung manakala seseorang menginjak usia dewasa.
Berdasarkan keterangan Irhamsah, anak-anak perlu dibiasakan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang saku untuk ditabung, serta berhati-hati menggunakan layanan keuangan digital agar tidak terjebak berbagai modus penipuan seperti online scam, love scam, investasi ilegal, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Pihaknya menerangkan bahwa pihak OJK pun senantiasa memperkokoh Program KEJAR yang memotivasi tiap murid agar mempunyai rekening tabungan sebagai sarana belajar mengatur keuangan.
Agenda tersebut tidak sekadar bertujuan menggenjot keterlibatan keuangan, melainkan pula membentuk watak tertib menabung semenjak belia.
"OJK mengapresiasi kolaborasi ini dalam memperkuat literasi serta inklusi keuangan. Dengan sinergi ini kami berharap lahir generasi yang cakap secara finansial, mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan digital," kata Irhamsah.