Realisasi APBD Mimika Baru 11 Persen OPD Diminta Bekerja Lebih Optimal

Realisasi APBD Mimika Baru 11 Persen OPD Diminta Bekerja Lebih Optimal
Johannes Rettob, Bupati Mimika.

MIMIKA – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika, Marthen Tappi Mallisa, memaparkan pencapaian terkini mengenai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hingga periode Mei 2026, penyerapan anggaran baru menyentuh angka 11,38 persen atau setara dengan Rp560 miliar dari keseluruhan pagu APBD yang berjumlah Rp5,6 triliun.

Marthen menerangkan bahwa pemanfaatan anggaran saat ini masih didominasi oleh pos belanja operasional, sementara untuk pos belanja modal hingga kini masih tertahan di tahapan lelang.

“Yang jelas yang lebih besar yaitu belanja operasional. Sementara untuk belanja-belanja modal masih dalam proses tahap pelelangan,” ujarnya saat ditemui usai apel gabungan di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (18/5/2026).

Marthen menjabarkan bahwa pencairan dana bagi belanja modal baru bisa dilaksanakan sesudah penandatanganan kontrak kerja rampung diselesaikan.

“Tentunya berkontrak dulu baru bisa dibayarkan uang muka kalau sudah berkontrak, tapi tahapannya kan panjang,” katanya.

Terkait detail mengenai jalannya proses pelelangan tersebut, ia menyarankan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pihak Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Di samping itu, Marthen memberikan tanggapan mengenai kinerja para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) yang dirasa belum memperlihatkan hasil maksimal pada tahun ini.

Ia memandang situasi itu terjadi karena faktor adaptasi posisi, lantaran terdapat sejumlah pejabat yang memang baru saja melangsungkan pelantikan jabatan.

“Ini kan baru selesai dilantik, jadi masih ada penyesuaian-penyesuaian,” jelasnya.

Marthen mengharapkan agar segenap pimpinan OPD mampu meningkatkan performa kerja demi mengejar ketertinggalan capaian program serta serapan anggaran.

“Untuk pimpinan OPD supaya dapat bekerja secara optimal dan mengejar keterlambatan-keterlambatan karena kami sudah mau masuk semester dua. Untuk triwulan dua ini juga sudah mau berakhir,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index