JAKARTA - Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali melemah di rentang Rp17.740 sampai Rp17.800 per dolar AS pada hari ini, Selasa (26/5/2026).
Rupiah ditutup melemah 0,15 persen atau 27 poin ke level Rp17.744 per dolar AS pada perdagangan Senin (25/5/2026). Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) juga melemah 0,22 persen ke 99,02.
Tren pelemahan rupiah yang terjadi saat indeks dolar melandai disebabkan oleh sentimen negatif yang datang dari sisi domestik.
Pasalnya, di saat yang sama harga minyak Brent sekarang telah melandai di level US$85,65 per barel sejalan dengan optimisme kesepakatan damai yang dijalin Amerika Serikat dengan Iran.
Defisit anggaran fiskal Indonesia menjadi momok bagi pasar keuangan dan menjadi sentimen negatif yang menekan nilai tukar di hadapan greenback.
"Walau harga minyak dunia turun, rupanya belum bisa menjadi sentimen positif yang mengangkat rupiah. Kami lihat mata uang negara tetangga semuanya menghijau, tetapi Indonesia memerah," katanya, Senin (25/5/2026).
Adapun, hari ini nilai tukar mata uang negara tetangga seperti dolar Singapura, peso Filipina, won Korea Selatan, hingga ringgit Malaysia kompak ditutup menguat terhadap dolar AS.
Selain kekhawatiran defisit fiskal, sentimen negatif juga datang dari wacana kebijakan ekspor komoditas satu pintu yang diumumkan Presiden Prabowo pada 20 Mei 2026.
Kebijakan ini membuat pemeringkat internasional akan menurunkan rating utang pemerintah Indonesia.
"Kebijakan-kebijakan yang kurang pro terhadap pasar ini yang membuat kemungkinan besar rupiah masih akan terus melemah, dan pelemahan ini akan berlanjut besok antara 50-60 poin pelemahan," tegasnya.
Sentimen negatif dari dalam negeri saat ini justru terjadi ketika kondisi eksternal mulai mereda.
Pasar global sekarang mulai menunjukkan optimisme atas kesepakatan damai Amerika Serikat dengan Iran, walaupun masih ada bayang-bayang gagalnya upaya damai ini karena menyangkut beberapa isu penting.
"Kami harus ingat, apakah nota kesepahaman perdamaian ini dapat ditandatangani atau tidak. Yang lebih penting itu soal isu uranium, lalu soal dana yang dibekukan dari tahun 70-an. Saya beranggapan perdamaian ini akan gagal total," tandasnya.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,02 persen atau 3 poin ke Rp17.747 per dolar AS pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,17 persen ke 99,07.
Hari ini nilai tukar rupiah diperkirakan akan ditutup melemah di rentang Rp17.740 sampai Rp17.800 per dolar AS. Dalam perdagangan Senin (25/5), rupiah ditutup melemah 0,15 persen atau 27 poin ke level Rp17.744 per dolar AS.