JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2026), dengan bergerak di zona hijau. Pergerakan positif pada awal perdagangan pagi ini turut ditopang oleh melajunya saham-saham yang dimiliki oleh sejumlah konglomerat tanah air seperti CUAN, BRPT, dan DEWA.
Berdasarkan data bursa pada pukul 09.03 WIB, indeks mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,03 persen dan berada pada posisi 6.208,45.
Dalam pergerakan tersebut, tercatat 326 saham mengalami kenaikan, 172 saham bergerak turun, sedangkan 461 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Pada kelompok saham teraktif LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menjadi pemimpin laju penguatan setelah mencatatkan kenaikan sebesar 5,97 persen menjadi Rp515.
Langkah ini diikuti oleh: PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang menguat 4,05 persen ke posisi Rp1.540 PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang naik 2,29 persen menuju Rp358 PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang tumbuh 1,54 persen menjadi Rp660
Tren positif ini juga dirasakan oleh saham-saham lain yang turut menguat pada pembukaan pagi ini:
PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) meningkat 1,53 persen ke Rp398 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,37 persen ke Rp2.970 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) bertambah 1,27 persen ke Rp7.950 PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terangkat 1,27 persen ke Rp3.190
Di sisi lain, beberapa saham justru menunjukkan performa yang kurang bergairah dan mengalami penurunan harga:
PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melemah 2,28 persen ke Rp5.350 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) merosot 2,28 persen ke Rp2.570 PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) terkoreksi 1,80 persen ke Rp6.825 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyusut 1,44 persen ke Rp1.370
Pelemahan ini juga merembet ke sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya pada perdagangan awal:
PT Astra International Tbk. (ASII) turun 1,34 persen ke Rp5.525 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terpangkas 1,26 persen ke Rp3.130 PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terpangkas 1,23 persen ke Rp6.025 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terkuras 1,03 persen ke Rp3.850
Menurut penilaian dari analis teknikal, kondisi indeks saat ini dinilai cukup kuat bertahan pada rentang support 5.900 hingga 6.100.
Situasi tersebut membuka peluang terjadinya kelanjutan pembalikan arah atau rebound yang terbatas dengan target resistance menuju level 6.250 sampai 6.300.
”Namun, pergerakan pasar masih cenderung volatil seiring pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi Iran-AS, rebalancing MSCI, serta potensi profit taking jelang libur panjang bursa,” katanya dalam riset hariannya, Selasa (26/5/2026).