Kinerja Impresif Manulife Syariah Catat Pendapatan Rp 302,1 Miliar

Kinerja Impresif Manulife Syariah Catat Pendapatan Rp 302,1 Miliar
Ilustrasi Manulife Syariah, Sumber: thestandard.

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah membukukan perkembangan performa usaha yang impresif sepanjang periode tahun 2025, berjalan beriringan dengan tahun perdana pelaksanaan operasionalnya sebagai badan usaha syariah yang mandiri.

Pihak pucuk pimpinan manajemen memaparkan bahwa korporasi berhasil mengumpulkan perolehan total pendapatan kegiatan usaha hingga menyentuh nominal Rp 302,1 miliar pada tahun 2025.

Jumlah pencapaian tersebut memperlihatkan adanya lonjakan sebesar 354,28 persen bila disandingkan dengan perolehan senilai Rp 66,5 miliar pada periode tahun sebelumnya.

“Pada tahun pertama operasional kami sebagai bisnis syariah yang independen, kami telah melihat respons positif dari pasar, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat kami,”

Adapun tren kenaikan pada pos pendapatan usaha ini ikut mengerek grafik nilai kepemilikan aset korporasi hingga menyentuh angka Rp 1,55 triliun pada pencatatan akhir periode tahun 2025.

Bila ditinjau dari aspek kekuatan modal, tingkat rasio kesehatan finansial dana tabarru’ serta dana tanahud dilaporkan berada pada kisaran angka 797 persen.

Sementara itu, untuk persentase rasio kecukupan modal dari internal korporasi sukses bertengger pada tingkatan level akumulasi sebesar 5.433 persen.

Sepasang parameter rasio keuangan tersebut menunjukan posisi yang berada jauh di atas batas aman paling rendah yang telah digariskan oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selanjutnya, badan usaha keuangan ini dikonfirmasi telah menuntaskan penyaluran dana pertanggungan klaim dengan nilai total mencapai Rp 83,9 miar sepanjang tahun 2025.

Catatan pembayaran tersebut memperlihatkan adanya tren peningkatan sekitar 99 persen bila diukur berdasarkan hasil capaian pada periode tahun sebelumnya.

Di sisi yang berbeda, pihak korporasi membukukan hasil kelebihan pendapatan atas beban dana tabarru’ dengan nilai total menyentuh angka sebesar Rp 766 juta.

Kondisi surplus tersebut memberikan pembuktian bahwa tata kelola perputaran dana dari para anggota atau nasabah tetap berada dalam status yang aman.

Pihak manajemen memastikan bahwa perusahaan bakal terus melangsungkan langkah strategis guna melebarkan jangkauan produk proteksi syariah yang sesuai dengan keperluan khalayak luas. “Kami berkomitmen untuk terus memperluas solusi perlindungan syariah yang relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia,”.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index