Efek MSCI dan Kebijakan DHE Buat Transaksi BEI Melonjak

Efek MSCI dan Kebijakan DHE Buat Transaksi BEI Melonjak
Ilustrasi MSCI, Sumber: (NET).

JAKARTA - Pasar modal Indonesia mencatatkan rekor nilai transaksi harian yang sangat fantastis pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Angka transaksi di bursa menembus Rp50,15 triliun dengan melibatkan 47,21 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 2,38 juta kali.

Kondisi pasar hari ini terbilang cukup dramatis karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang sangat kontras antara pembukaan dan penutupan.

Meski sempat melonjak tajam pada sesi pertama, indeks justru berakhir di zona merah saat penutupan perdagangan.

Lonjakan transaksi jumbo ini didorong oleh aksi investor besar dalam menyesuaikan portofolio mereka.

Para pemodal melakukan langkah strategis untuk menyambut sejumlah kebijakan penting yang akan segera diberlakukan pemerintah dalam waktu dekat.

Salah satu sentimen utama yang memengaruhi pasar adalah rencana transisi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan sistem ekspor satu pintu.

Kebijakan baru yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juni tersebut menjadi fokus utama bagi para pelaku pasar saat ini.

Selain faktor domestik, pergerakan dana besar ini juga dipicu oleh respons pasar terhadap data ekonomi global dari Amerika Serikat dan China.

Pelaku pasar berupaya mengantisipasi efek kebijakan baru terhadap ketersediaan dolar di dalam negeri, stabilitas rupiah, serta kinerja emiten eksportir.

Sentimen lain yang turut memperkeruh suasana pasar adalah agenda rebalancing indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International).

Proses ini sering kali memicu perubahan komposisi saham yang dimiliki oleh manajer investasi mancanegara sehingga volume perdagangan meningkat signifikan.

Berikut adalah rincian beberapa emiten yang mencatatkan nilai transaksi paling menonjol pada perdagangan hari ini:

Bank Central Asia (BBCA) Rp11,64 Triliun

Chandra Asri Pacific (TPIA) Rp8,6 Triliun

Amman Mineral Internasional (AMMN) Rp8 Triliun

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp6,4 Triliun

Telkom Indonesia (TLKM) Rp5 Triliun

Astra International (ASII) Rp4,8 Triliun

Barito Renewables Energy (BREN) Rp4,5 Triliun

Data tersebut menunjukkan dominasi saham sektor perbankan dan grup konglomerasi besar seperti Barito Group dalam aktivitas perdagangan hari ini.

Pergerakan saham-saham ini menjadi penopang utama likuiditas pasar di tengah volatilitas indeks yang tinggi.

IHSG sebenarnya sempat menguat hingga 1,43 persen ke posisi 6.217,88 pada perdagangan sesi pertama.

Namun, menjelang penutupan, indeks justru merosot tipis 0,05 persen dan menetap di level 6.127,38.

Pergerakan IHSG hari ini memang cenderung labil dan rentan terkena aksi jual.

Fluktuasi ini terlihat dari posisi indeks yang sempat memerah saat prapembukaan, kemudian menghijau sepanjang hari, namun berakhir terkoreksi.

Meskipun indeks secara keseluruhan turun tipis, tercatat ada 271 saham yang berhasil menguat.

Sementara itu, 409 saham mengalami pelemahan harga dan sebanyak 137 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.

Tekanan terbesar terhadap indeks hari ini datang dari saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps).

Di sisi lain, saham milik grup konglomerasi justru cenderung menunjukkan penguatan yang cukup signifikan di tengah momen penyesuaian MSCI ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index