JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan sukses mengakhiri perdagangan dengan performa positif setelah melonjak lebih dari 1 persen.
Berkat pencapaian tersebut, pergerakan indeks komposit pada hari ini diprediksi akan mencoba menembus hingga ke level 6.484.
Pada penutupan sesi sebelumnya, posisi indeks parkir di level 6.195,42 setelah disokong oleh apresiasi harga saham sejumlah emiten bermodal besar seperti DSSA, BREN, hingga BBCA.
Pertumbuhan indeks komposit tercatat sebesar 1,11 persen atau mengalami penambahan sebanyak 68,04 poin untuk mendarat pada level 6.195,42.
Saat perdagangan dibuka hari ini, pergerakan langsung bertengger di posisi 6.210 dan sempat menyentuh area tertinggi pada level 6.264,26.
Secara keseluruhan, terdapat 281 saham yang bergerak naik, 389 saham mengalami penurunan, serta 147 saham yang tidak bergerak atau stagnan.
Di sisi lain, total nilai kapitalisasi pasar saat ini sudah menyentuh angka Rp10.918,65 triliun.
Untuk kelompok emiten saham bermodal besar, pertumbuhan tertinggi dialami oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melonjak hingga 25 persen menuju harga Rp615.
Langkah positif ini diikuti oleh saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang meningkat sebanyak 24,85 persen ke posisi Rp4.120 per lembar saham.
Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) ikut melesat sebesar 17,88 persen menuju Rp3.890, serta saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang terangkat 6,44 persen ke posisi Rp1.900.
Sektor perbankan raksasa juga terpantau kompak menanjak bersama-sama.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membukukan kenaikan 3,05 persen, disusul oleh saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menguat sebesar 2,21 persen.
Kemudian, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turut terkerek hingga mencapai 2,19 persen, serta saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik sebesar 1,62 persen.
Pada jajaran saham top gainers, posisi teratas ditempati oleh PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk. (BEER) yang melambung 34,94 persen menuju Rp112.
Sementara itu, saham PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) ikut tumbuh sebesar 34,85 persen ke angka Rp178 per lembar saham.
Indeks komposit menunjukkan taji sejak awal pembukaan pasar setelah masa libur dan terus sanggup mempertahankan tren positifnya.
Ketika sesi pertama berakhir, posisi indeks terpantau kokoh setelah menguat secara signifikan sebesar 1,49 persen atau naik ke level 6.219.
Menurut analisis, lonjakan yang terjadi pada perdagangan tersebut dibarengi oleh munculnya volume tekanan jual walaupun intensitasnya tidak terlalu besar.
Secara umum, arah pergerakan dari indeks komposit dinilai cenderung bergerak menyamping atau sideways.
Posisi pergerakan indeks komposit saat ini diperkirakan masih menjadi bagian dari fase wave [v] dari wave A dari wave (2).
Zona penguatan untuk indeks komposit diproyeksikan akan menguji rentang 6,362-6,484, dengan area koreksi paling dekat berada di posisi 5,899-6,080.
Untuk batas bawah atau level support saat ini berada pada angka 5,996 dan 5,899,
sedangkan batas atas atau level resisten menempati posisi 6,318 serta 6,459.