Pertumbuhan Kredit Sektor Ekspor Berpotensi Naik di Semester II 2026

Pertumbuhan Kredit Sektor Ekspor Berpotensi Naik di Semester II 2026
Ilustrasi OJK, Sumber: infobanknews.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan bahwa penyaluran kredit perbankan pada semester II-2026 berpotensi tumbuh lebih kuat pada sektor industri yang berorientasi ekspor.

Efek penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dapat memberikan dampak yang berbeda-beda pada setiap sektor industri.

Kredit di sektor yang berkaitan dengan ekspor berpotensi meningkat karena permintaan dari luar negeri cenderung naik akibat harga bahan baku domestik yang menjadi lebih murah.

"Begitu mata uang kami terdepresiasi, ekspor akan lebih banyak permintaannya karena harganya otomatis jadi lebih murah bagi di sana. Tapi kebalikannya kalau kami impor, harga yang kami beli jadi lebih mahal," jelas Dian.

Pertumbuhan kredit bank pada semester 2-2026 akan sangat bergantung dari eksposur nilai tukar rupiah terhadap masing-masing sektor industri.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada Mei 2026 tidak serta-merta langsung membuat perbankan menaikkan suku bunga kredit dalam waktu dekat.

Masing-masing manajemen bank dipastikan akan mempertimbangkan aspek bisnis secara matang sebelum menaikkan suku bunga kredit.

Salah satu faktor utama yang dilihat adalah kondisi likuiditas serta tingkat biaya dana.

"Akan selalu ada jeda waktu untuk perbankan menyesuaikan. Karena bank itu bisnis, dia akan mengkalkulasi tingkat suku bunga bisa dinaikkan," kata Dian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index