Menkeu Purbaya Sebut Penerimaan Pajak Mei 2026 Tumbuh 22,1 Persen

Menkeu Purbaya Sebut Penerimaan Pajak Mei 2026 Tumbuh 22,1 Persen
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan berbagai indikator ekonomi dan fiskal Indonesia kepada lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026).

Salah satu poin yang ditekankan pemerintah adalah komitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Ya, pada dasarnya kita jelaskan posisi kita semaksimal mungkin seperti apa. Biar mereka mengerti pondasi ekonomi kita seperti apa,” ujar Purbaya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Purbaya mengatakan pertemuan tersebut dimanfaatkan pemerintah untuk menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh agar dapat dipahami dengan baik oleh S&P.

Menurut dia, S&P dalam pertemuan tersebut lebih banyak mencari informasi dan klarifikasi mengenai kondisi ekonomi Indonesia. Adapun penilaian akhir akan diputuskan oleh tim internal lembaga pemeringkat tersebut.

Purbaya menjelaskan pemerintah memaparkan berbagai langkah yang dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal, termasuk strategi mempertahankan defisit APBN di bawah ambang batas 3 persen baik pada tahun ini maupun tahun depan.

“Kewajiban kami kan itu. Untuk respons, mereka akan diskusikan di sana dengan timnya. Jadi dia hanya mencari informasi dan kami jelaskan semaksimal mungkin dari posisi kami,” kata Purbaya.

Selain menjelaskan kondisi fiskal, pemerintah juga menyampaikan sejumlah perkembangan ekonomi yang dinilai positif, termasuk peningkatan penerimaan negara dari sektor perpajakan.

Menurut Purbaya, penerimaan pajak pada Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan yang lebih baik dibanding tahun lalu, dan pertumbuhan penerimaan yang signifikan. Mei itu pertumbuhan pajaknya 22,1 persen. Jadi jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Ia menilai capaian tersebut menjadi salah satu sinyal positif yang menunjukkan kondisi fiskal Indonesia masih terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

“Jadi itu satu hal yang menggembirakan. Jadi itu yang saya sampaikan ke mereka,” kata Purbaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index