Harga Perak Antam Kembali Menguat Jadi Rp45.800 per Gram

Harga Perak Antam Kembali Menguat Jadi Rp45.800 per Gram
Ilustrasi Perak Antam, Sumber: kaltimpost.jawapos.

JAKARTA - Nilai jual komoditas perak yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang (Antam) terpantau mengalami penguatan. Apresiasi nilai ini berjalan beriringan dengan tren kenaikan yang terjadi pada komoditas emas pada Senin, 8 Juni 2026.

Nilai pasar perak Antam mengalami peningkatan sebesar Rp200 per gram. Penyesuaian tersebut membuat harganya kini berada di angka Rp45.800 per gram, setelah sebelumnya sempat tertahan di posisi Rp45.600 per gram.

Bagi konsumen yang mencari ukuran besar, tersedia opsi sebagai berikut:

Perak 250 gram dipatok dengan nominal Rp11,975 juta.

Perak 500 gram ditawarkan dengan nilai jual sebesar Rp23,025 juta.

Meski demikian, pasokan fisik untuk kedua variasi ukuran besar tersebut dilaporkan masih belum tersedia di pasaran.

Pada instrumen lain, nilai jual emas Antam turut melonjak sebesar Rp5.000, sehingga posisinya merangkak naik menjadi Rp2,743 juta per gram dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp2,738 juta per gram.

Adapun catatan sejarah rekor tertinggi untuk komoditas emas Antam pernah menyentuh level Rp3,168 juta per gram yang didapatkan pada 29 Januari 2026.

Untuk nilai transaksi pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut terkoreksi naik sebesar Rp9.000, yang membuat harganya berada pada angka Rp2,540 juta per gram.

Apabila ditinjau dari grafik mingguan, pergerakan harga perak Antam sebenarnya mencatatkan penyusutan sebesar Rp4.350, dari angka Rp49.950 per gram pada pembukaan pekan hingga menjadi Rp45.600 per gram di penutupan pekan, atau melemah sekitar 8,71 persen.

Koreksi harian yang paling tajam sebelumnya terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026 dengan penurunan sebesar Rp3.450 per gram atau merosot sekitar 7,03 persen.

Di sisi lain, lonjakan harian paling tinggi sempat dibukukan pada Jumat, 5 Juni 2026 saat harganya bergerak menguat sebesar Rp450 per gram atau naik sekitar 0,93 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index