IHSG Melemah 0,61 Persen ke Level 5.860 pada Sesi Pagi 29 Juni 2026

IHSG Melemah 0,61 Persen ke Level 5.860 pada Sesi Pagi 29 Juni 2026
Ilustrasi IHSG, Sumber: bloombergtechnoz.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembalikan arah ke zona negatif pada sesi perdagangan Senin (29/6/2026), walaupun sempat mengawali hari di area hijau. Berdasarkan laporan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai pukul 09.42 WIB, indeks nasional terpangkas 35,87 poin atau melemah 0,61 persen menuju posisi 5.860,26.

Saat pasar baru dibuka, IHSG sebenarnya melaju positif dengan kenaikan 41,90 poin atau 0,71 persen ke angka 5.938,03. Pergerakan positif juga terlihat pada sesi preopening melalui pertumbuhan sebesar 35,90 poin atau 0,61 persen ke level 5.932,03. Namun, maraknya aksi jual membuat indeks terperosok ke zona merah dalam rentang pergerakan 5.855,99 hingga 5.942,77.

Aktivitas pasar mencatatkan volume perdagangan mencapai 3,20 miliar lembar saham dengan nilai perputaran uang berkisar Rp 1,96 triliun. Adapun total frekuensi transaksi yang terjadi terpantau sebanyak 310.800 kali.

Kondisi pasar yang kurang bergairah dipicu oleh dominasi saham-saham yang terkoreksi. Tercatat ada 240 saham yang naik, 357 saham yang turun, dan 362 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi atau stagnan.

Mayoritas sektor saham bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini. Dari keseluruhan sektor, sebelumnya ada lima sektor yang melaju positif dan enam sektor yang tertekan. Sektor energi sempat memimpin penguatan sebesar 0,34 persen, diikuti sektor keuangan 0,30 persen, dan sektor kesehatan 0,06 persen.

Di sisi lain, sektor transportasi menjadi penekan utama dengan penurunan sedalam 0,81 persen. Sektor barang konsumen nonprimer menyusul dengan pelemahan 0,30 persen, serta sektor infrastruktur yang merosot sebesar 0,20 persen.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sempat berada di deretan papan atas dengan penguatan masing-masing 1,86 persen. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga ikut naik sebesar 1,42 persen.

Sebaliknya, penurunan terdalam di indeks LQ45 dialami oleh saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang jatuh sebesar 5,45 persen. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga menyusul dengan penurunan 4,61 persen, dan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melemah 3,54 persen.

Situasi pasar modal dalam negeri ini berjalan beriringan dengan bursa saham di Asia yang bergerak bervariasi. Pergerakan pasar saham regional adalah sebagai berikut:

Hang Seng Hong Kong naik 149,30 poin atau 0,66 persen ke level 22.821,16 Nikkei 225 Jepang turun 388,50 poin atau 0,56 persen ke level 68.972,40 Shanghai Composite China turun 10,50 poin atau 0,26 persen ke level 4.016,77 Straits Times Singapura turun 7,58 poin atau 0,15 persen ke level 5.184,15

Dinamika bursa regional yang tidak seragam ini turut memberikan pengaruh terhadap sentimen para pelaku pasar domestik. Akibatnya, indeks nasional tidak mampu mempertahankan tren penguatan yang terjadi di awal sesi perdagangan.

Berbeda dengan pergerakan saham, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS justru terpantau menguat pada pembukaan perdagangan valuta asing. Mengacu pada data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang rupiah berada pada posisi Rp 17.922 per dollar AS atau menguat 21 poin (0,12 persen) dari posisi penutupan sebelumnya.

Kendati demikian, para pelaku pasar tetap bersikap waspada terhadap berbagai sentimen dari dalam negeri, terutama risiko kenaikan inflasi pasca adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. 

Kondisi ini diproyeksikan dapat memengaruhi laju pergerakan mata uang rupiah maupun indeks saham pada sesi-sesi selanjutnya. Para investor akan terus memantau dinamika sentimen global serta regional sepanjang sesi perdagangan berlangsung untuk melihat arah pergerakan IHSG hingga akhir penutupan pasar hari ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index