7 Tips Menghemat Air Bersih di Rumah Saat Musim Kemarau Melanda

7 Tips Menghemat Air Bersih di Rumah Saat Musim Kemarau Melanda
Ilustrasi air bersih, Sumber: ottopay.

JAKARTA - Musim kemarau tengah melanda Indonesia, yang menyebabkan timbulnya kesulitan air bersih di tengah masyarakat. Terkait dengan kebutuhan tersebut, terdapat beberapa langkah penghematan air bersih di lingkungan rumah yang dapat diterapkan selama musim kemarau ini.

Tercatat ada 7 tips menghemat air bersih di rumah yang sangat penting untuk diketahui sekaligus dipraktikkan. Langkah-langkah tersebut meliputi mandi menggunakan pancuran, mematikan keran saat tidak digunakan, memperbaiki saluran pipa yang bocor, hingga memanfaatkan kembali air bekas pakai.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menampung air hujan, membersihkan kendaraan dengan wadah ember, serta menyiram tanaman pada waktu pagi atau sore hari. Berikut merupakan rincian lengkap mengenai panduan menghemat air di rumah.

Pada poin pertama, gunakan pancuran (shower) serta kurangi durasi waktu mandi Anda. Aktivitas membersihkan diri dengan gayung terbukti cenderung menghabiskan volume air yang jauh lebih banyak.

Disarankan untuk beralih menggunakan pancuran beraliran rendah demi membatasi volume air yang keluar. Selain itu, usahakan pula untuk tidak menghabiskan waktu terlalu lama di dalam kamar mandi.

Poin kedua adalah selalu mematikan keran air di saat sedang tidak digunakan. Jangan membiarkan air mengalir terus-menerus ketika Anda sedang menyikat gigi, membasuh muka, ataupun menyabuni peralatan dapur.

Tindakan mematikan aliran keran di sela-sela proses pembilasan ini mampu menghemat puluhan liter air setiap harinya. Langkah tersebut dinilai sangat efektif dalam membantu proses penghematan air.

Poin ketiga yaitu segera memperbaiki kebocoran yang terjadi pada saluran pipa. Lakukan pemeriksaan secara berkala pada bagian keran, toilet, hingga pipa saluran air yang ada di rumah Anda.

Kebocoran dalam skala kecil yang dibiarkan menetes secara terus-menerus dapat membuang hingga ratusan liter air bersih dalam waktu singkat. Oleh karena itu, segera ganti karet keran yang telah rusak atau manfaatkan seal tape.

Poin keempat adalah menggunakan kembali air bekas pakai (reuse). Anda dapat menampung air sisa mencuci buah, sayur, ataupun bilasan pakaian ke dalam wadah ember.

Air sisa cucian tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman atau membersihkan area lantai teras rumah. Dengan demikian, proses menyiram tanaman tidak perlu lagi menggunakan pasokan air bersih yang baru.

Poin kelima yaitu memaksimalkan kapasitas penggunaan pada mesin cuci Anda. Pastikan kondisi mesin cuci sudah terisi secara optimal sebelum Anda mulai mengoperasikannya.

Aktivitas mencuci pakaian dalam jumlah banyak sekaligus terhitung lebih menghemat konsumsi air dan listrik. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan mencuci sedikit pakaian secara berulang kali dalam sehari.

Poin keenam ialah membersihkan kendaraan pribadi dengan menggunakan wadah ember. Hindari aktivitas mencuci mobil atau sepeda motor menggunakan selang yang alirannya dibiarkan terus menyala.

Manfaatkan ember dan spons untuk proses menyabuni kendaraan Anda. Penggunaan selang sebaiknya dilakukan hanya pada saat pembilasan akhir agar volume air lebih terkontrol.

Poin ketujuh yakni melakukan penyiraman tanaman pada waktu yang tepat. Jika Anda ingin menyiram tanaman, lakukanlah pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 16.00.

Pada waktu-waktu tersebut, tingkat penguapan air tergolong lebih sedikit sehingga tanaman dapat menyerap air secara maksimal. Melalui cara ini, Anda pun tidak perlu melakukan penyiraman secara terlalu sering.

Itulah beberapa panduan dalam menghemat persediaan air bersih di masa musim kemarau yang dapat dipraktikkan. Selamat mencoba langkah-langkah tersebut di rumah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index