Liabilitas VISI Anjlok 82 Persen Usai Pelunasan Utang BCA Melalui Aset

Liabilitas VISI Anjlok 82 Persen Usai Pelunasan Utang BCA Melalui Aset
Ilustrasi PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) melaporkan pengurangan liabilitas secara tajam sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.

Penciutan total kewajiban ini terjadi seiring pelunasan fasilitas kredit di Bank Central Asia (BCA) dengan memakai porsi terbesar dari hasil penjualan aset.

Keseluruhan kredit yang dibayarkan mencapai Rp74,19 miliar, terdiri atas utang perseroan sebesar Rp69,95 miliar serta utang entitas anak PT Polymer Putra Sejahtera senilai Rp4,24 miliar.

Penataan kembali struktur permodalan tersebut berjalan sesudah pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina secara sah menjadi pemegang saham pengendali perseroan.

Langkah pelepasan kepemilikan aset ini merupakan salah satu aksi korporasi perdana seusai PT Harmoni Semesta Investama, perusahaan kepunyaan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, mengambil alih 61,85% saham VISI lewat akuisisi senilai Rp178,74 miliar pada Juni 2026.

Sebagai informasi, emiten sektor perdagangan besar dan pemasok bahan baku percetakan digital ini melepas delapan bidang tanah dan bangunan pada 30 Juni 2026 senilai Rp75 miliar, dengan nilai buku aset per 30 Juni 2026 sebesar Rp74,487 miliar.

Dengan demikian, perseroan mengantongi laba bersih transaksi sebesar Rp512,232 juta.

"Dana yang diperoleh dari penjualan asset tanah dan bangunan ini sebagian besar digunakan untuk melunasi utang pinjaman bank sehingga ke depannya Perseroan tidak lagi dikenakan biaya bunga pinjaman yang cukup tinggi, sehingga Perseroan akan semakin efisien dan meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan roda bisnis di masa depan," ujar dari sumbernya.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan semester I 2026, VISI mencatatkan penurunan aset lancar sebesar 7,7% menjadi Rp152,894 miliar serta aset tidak lancar yang terpotong 64,7% menjadi Rp44,415 miliar.

Jumlah aset perseroan secara keseluruhan mengalami penurunan 32,3% menjadi Rp197,310 miliar.

Perusahaan juga mengumumkan penurunan total kewajiban hingga 82,2% menjadi Rp19,514 miliar jika disandingkan dengan liabilitas pada akhir tahun 2025 yang menembus Rp109,608 miliar.

Di samping itu, untuk periode Januari sampai Juni 2026, perolehan omzet bersih VISI tercatat menyusut ke angka Rp139,026 miliar dibanding kurun waktu yang sama di tahun lalu senilai Rp156,288 miliar.

Meskipun demikian, VISI mencatat peningkatan pada margin laba kotor menjadi Rp21,756 miliar pada semester I 2026 disandingkan dengan Rp16,946 miliar pada semester I 2025.

Lonjakan pada biaya operasional mendorong perseroan menderita rugi tahun berjalan sebesar Rp4,168 miliar, berbalik dari raihan laba Rp326,097 juta pada masa yang sama tahun 2025.

Pengeluaran lain-lain berupa rugi selisih kurs yang membengkak menjadi Rp5,988 miliar pada semester I 2026 dari rugi kurs sebesar Rp1,170 miliar pada semester I 2025 menjadi pemicu utama yang menekan hasil kinerja finansial perseroan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index