Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP Beserta Peran BRI

Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP Beserta Peran BRI
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (FOTO: NET)

BATANG - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meningkatkan komitmennya dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah melalui pengucuran pembiayaan yang menjangkau warga dan pelaku usaha di bidang perumahan.

Bentuk dukungan tersebut ditunjukkan lewat keterlibatan BRI pada acara Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang dilangsungkan di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (30/7).

Pada perhelatan itu, Kepala Negara Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan bahwa kolaborasi di antara pemerintah, dunia perbankan, pengembang, serta sektor swasta menjadi fondasi utama demi memperluas penyediaan tempat tinggal bagi warga sekaligus mencerminkan semangat Indonesia Incorporated.

"Inilah yang kami maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif. Kami sadar bahwa apa yang sudah kami capai cukup membanggakan, tetapi kami juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar," kata Presiden Prabowo.

Pemimpin jajaran BRI yang datang secara langsung pada agenda tersebut menjelaskan bahwa BRI sebagai bagian dari Danantara terus memperkokoh peranannya terhadap Program 3 Juta Rumah lewat pengucuran pembiayaan yang menyasar masyarakat maupun pelaku usaha di sektor properti.

"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha," ujar dari sumbernya.

Kontribusi BRI dalam menopang ranah perumahan tak cuma diwujudkan lewat fasilitas pembiayaan bagi warga selaku pembeli rumah, namun juga melalui penguatan ekosistem properti dari hilir hingga hulu.

Di samping memfasilitasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, BRI turut menyediakan pembiayaan untuk para pengembang lewat Kredit Program Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan guna mendorong pembangunan serta penyediaan hunian berkuantitas dan berkualitas.

Strategi tersebut diharapkan mampu mendongkrak kapasitas industri properti sekaligus mempercepat pemenuhan rumah layak bagi warga.

"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuh dari sumbernya.

Pada momentum yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menerangkan bahwa alokasi rumah subsidi via skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2025 menjadi rekor tertinggi semenjak program ini diluncurkan pada 2010.

"Selama 15 tahun, sejak 2010 hingga 2025, capaian tertinggi baru terjadi pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Sebelumnya, pada 2023 penyaluran mencapai 228.000 unit. Pada 2025, di tahun pertama pemerintahan Bapak Presiden, penyaluran rumah subsidi mencapai 278.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah," ujar dari sumbernya.

Dalam pergelaran akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari kurang lebih 62.000 peserta Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP skala nasional.

Pada saat yang sama, BRI juga mengucurkan Kredit Program Perumahan sebesar Rp880 miliar kepada 7.100 debitur, yang terdiri atas penyaluran sisi supply senilai Rp308 miliar bagi 227 debitur serta sisi demand sebesar Rp572 miliar bagi 6.873 debitur.

Komitmen BRI pada Program 3 Juta Rumah turut terlihat dari penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP).

Sejak Oktober 2025 sampai 28 Juli 2026, BRI mencatatkan penyaluran KPP sebesar Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima.

Sementara itu, pada rentang Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi pengucuran KPP menyentuh angka Rp10,94 triliun bagi 78.520 penerima atau mencapai 91,18% dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Sumbangsih BRI dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan juga terlihat dari realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sejak kurun 2015 sampai Juni 2026, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima.

Adapun pada kurun Januari hingga Juni 2026, realisasi pengucuran KUR menembus Rp103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima.

Agenda Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP, KPP, beserta pengucuran KUR ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, jajaran Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, perwakilan kementerian/lembaga, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, unsur pemerintah daerah, BP Tapera, bank penyalur FLPP, serta pengembang perumahan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index