JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memotong pajak hingga 50 persen bagi jasa kesenian serta hiburan tontonan nasional. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk langkah nyata dalam mewujudkan Jakarta menjadi Kota Sinema.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa separuh dari pajak yang disetorkan nantinya akan dikembalikan lagi ke pihak rumah produksi. Langkah tersebut diharapkan mampu memicu perusahaan-perusahaan untuk melahirkan lebih banyak karya film.
“Keringanan 50 persen tersebut dapat menjadi insentif bagi rumah produksi. Jadi dikembalikan kepada rumah produksi untuk lebih banyak memproduksi film,” ujar Pramono Anung pada Senin, 22 Juni 2026.
Skema pengembalian potongan pajak 50 persen ini nantinya bakal disalurkan lewat Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta. Seluruh dana pengembalian tersebut bisa dimanfaatkan penuh demi menyokong ekosistem perfilman, baik dalam aspek pembangunan infrastruktur ataupun program penguatan sinema nasional.
Aturan mengenai keringanan ini pun sudah resmi ditetapkan lewat Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026 mengenai Pemberian Keringanan Pokok Pajak atas Jasa Kesenian, Hiburan, dan Tontonan Film Nasional.
Pramono memaparkan bahwa keputusan ini diambil sesudah melewati proses diskusi yang panjang bersama asosiasi produser film dan juga gabungan pengusaha bioskop di seluruh Indonesia. Dirinya menghendaki agar kebijakan ini membawa manfaat besar bagi para pelaku industri kreatif dalam menyokong Jakarta sebagai Kota Sinema.
“Kami berharap insentif ini akan membuat masyarakat di dunia perfilman terutama di Jakarta akan semakin semangat untuk menjadikan Jakarta menjadi kota sinema sekaligus pusat perfilman Republik Indonesia,” papar Pramono.
Sebelum ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut menyampaikan bahwa jajaran Pemprov DKI Jakarta pun sedang mengupayakan simplifikasi atau penyederhanaan prosedur izin produksi film beserta konten kreatif.
Upaya tersebut dilakukan tidak sekadar buat menggenjot angka produksi film di kawasan Jakarta, melainkan juga diproyeksikan menjadi media promosi sektor pariwisata sekaligus memberi dampak ekonomi yang positif bagi warga setempat.