Kredit Perbankan Jawa Timur Rp628 Triliun, UMKM Serap Rp230,93 Triliun

Selasa, 23 Juni 2026 | 14:00:43 WIB
Ilustrasi UMKM, Sumber: chub.fisipol.ugm.

SURABAYA - Kinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan tren positif hingga April 2026. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit masih tumbuh secara tahunan, didukung kondisi permodalan dan likuiditas yang kuat.

DPK perbankan Jawa Timur mencapai Rp840,77 triliun atau tumbuh 5,78% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara penyaluran kredit tercatat Rp628,02 triliun atau meningkat 2,87% secara tahunan. “Kinerja industri perbankan Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan per April 2026,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026.

Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan Jawa Timur mencapai 32,92%. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross terjaga di level 3,72%. Kondisi likuiditas juga memadai dengan rasio AL/DPK 29,13% dan AL/NCD 135,70%, jauh di atas ambang batas minimum regulator.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja mendominasi Rp314,67 triliun atau 50,11% dari total kredit. Kredit konsumsi Rp198,90 triliun atau 31,67%, dan kredit investasi Rp114,45 triliun atau 18,22%.

Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar mengalir ke rumah tangga sebesar Rp191,80 triliun atau 30,54%. Disusul perdagangan besar dan eceran Rp156,90 triliun atau 24,98%, industri pengolahan Rp121,21 triliun atau 19,30%, pertanian Rp51,12 triliun atau 8,14%, serta konstruksi Rp23,02 triliun atau 3,67%.

Outstanding kredit UMKM mencapai Rp230,93 triliun atau 36,77% dari total kredit perbankan Jawa Timur. Namun, rasio NPL UMKM telah mencapai 5,45%, melampaui batas aman. Kondisi ini mendorong perlunya kurasi usaha, edukasi keuangan, dan penguatan ekosistem UMKM. “Kondisi ini menjadi tantangan yang mendorong perlunya kurasi, edukasi, dan penguatan ekosistem UMKM agar dapat memanfaatkan pembiayaan perbankan secara sehat,” katanya.

Untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jawa Timur mencatat outstanding Rp67,76 triliun dengan NPL terkendali di level 2,12%. Capaian ini menempatkan Jawa Timur di posisi kedua nasional setelah Jawa Tengah, menyumbang 31,45% dari total KUR di Pulau Jawa.

Aktivitas pasar modal Jawa Timur juga tumbuh signifikan. Per Maret 2026, jumlah nasabah institusi reksadana naik 84,83% secara tahunan, sementara investor ritel tumbuh 44,74% menjadi 188.312 investor. 

Nilai penjualan reksadana bulanan melonjak Rp53,64 miliar atau naik 177,82% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menempatkan Jawa Timur di peringkat ketiga nasional untuk kepemilikan Single Investor Identification (SID) terbanyak dengan laju pertumbuhan 60,47% YoY per April 2026.

Terkini