JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan bisnis fasilitas bayar nanti atau paylater mengalami lonjakan sekitar 8%.
Pejabat dari sumbernya mengutarakan pertumbuhan tidak hanya terlihat dari sisi kuantitas nasabah, tetapi juga dari portofolio pembiayaan yang tetap berada dalam kondisi prima.
"Kalau kami lihat secara customer sendiri tetap tumbuh, yaitu hampir 8%," ujar pejabat dari sumbernya dalam paparan kinerja BCA di Selasa kemarin.
Ia mengungkapkan pola menarik terkait perilaku para pengguna paylater BCA.
Mayoritas nasabah justru memanfaatkan fasilitas tersebut untuk jangka waktu yang sangat singkat, yakni satu bulan, dibandingkan pilihan masa pinjaman enam bulan, 12 bulan, maupun 24 bulan.
Menurut pejabat dari sumbernya, hal itu menandakan nasabah memanfaatkan fasilitas kredit secara lebih bijak dan sesuai kebutuhan.
"Rata-rata customer menggunakannya justru di paylater yang satu bulan. Artinya bukan paylater yang panjang-panjang seperti 12 bulan, 6 bulan, apalagi 24 bulan. Jadi ini menunjukkan bahwa memang customer kami cukup prudent menggunakan platform kredit tersebut," katanya.
Ia menguraikan bahwa selama ini kualitas kredit dibandingkan dengan periode tahun lalu relatif stabil.
"Memang kami tahu bahwa paylater sedikit berbeda dengan kartu kredit. Namun demikian masih ter-cover dengan profitability," tambahnya.
"Artinya cukup mendukung untuk menambah energi buat customer untuk melakukan spending Jadi selama ini kami melihat portfolio pay later tetap terjaga Dan pertumbuhannya pun juga customer base-nya juga terjaga," jelasnya.