Tim UGM Mulai Jalankan Program Pengabdian Desa Wisata Binaan Bakti BCA

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:00:11 WIB
Empat Tim Pemenang Genera-Z Berbakti Siap Mengabdi di Desa (FOTO: NET)

JAKARTA - Kelompok Laskar Selasik Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu dari empat kelompok terbaik yang mengawali pelaksanaan kegiatan di kawasan wisata binaan Bakti BCA.

Rangkaian ajang kompetisi ide mahasiswa ini telah memasuki babak baru setelah melewati proses penyaringan, pelatihan, hingga fase puncak.

Para pemenang akan terjun langsung mengaplikasikan rencana kerja di tempat tujuan masing-masing.

Adapun rincian tempat pelaksanaan mencakup wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sulawesi Utara.

Perwakilan penilai ajang tersebut menyampaikan bahwa seluruh kelompok berhasil menyajikan jalan keluar yang menarik untuk diterapkan.

"Kami harap seluruh kampus terpilih bisa memetakan persoalan dan menawarkan solusi yang relevan di lapangan. Semoga seluruh pemenang semakin memahami kebutuhan masyarakat ketika sudah berada di lapangan, sehingga dapat menentukan prioritas dan menyempurnakan program masing-masing," kata dari sumbernya.

Sebelum melangkah ke lokasi sasaran, para peserta terlebih dahulu memperoleh pembekalan intensif terkait analisis lapangan, perancangan rencana kerja, dinamika kelompok, hingga pemahaman tata kelola keselamatan dan lingkungan.

Salah satu anggota kelompok menyatakan bahwa pelatihan intensif tersebut memberikan dorongan kesiapan bagi timnya sebelum berinteraksi langsung dengan warga setempat.

"Bootcamp ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengingatkan bahwa sebagai generasi muda kami harus terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan tetap on track terhadap tujuan yang ingin dicapai," kata dari sumbernya.

Peserta lainnya menilai bahwa pembekalan tersebut memberikan sudut pandang baru mengenai makna pemberdayaan.

"Kami harus memahami persoalan dari sudut pandang masyarakat dan membangun perubahan bersama mereka, bukan datang sebagai pihak yang merasa paling tahu. Dari situlah dampak yang berkelanjutan bisa tercipta," tutur dari sumbernya.

Menjelang fase eksekusi, setiap kelompok juga telah menggembleng diri guna menghadapi tantangan di arena kerja nyata.

"Yang terpenting adalah tetap adaptif, tangguh, dan selalu mengutamakan solusi ketika menghadapi tantangan," kata dari sumbernya.

Secara terpisah, anggota kelompok lain menggarisbawahi pentingnya keselarasan internal serta pola komunikasi yang transparan.

"Ketika ada banyak ide, yang terpenting adalah kami dapat mengambil keputusan bersama demi keberhasilan program," ujar dari sumbernya.

Pihak penyelenggara berharap agar wadah kompetisi ini dapat melatih para mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

"Terpilihnya pemenang Genera-Z Berbakti 2026 menandai dimulainya tahap yang krusial dari program ini, yaitu pengabdian di lapangan. Kami yakin para pemenang dapat menjalankan program yang sudah disusun dengan lancar bersama masyarakat. Harapannya, pengabdian ini dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk masa depannya, dan masyarakat agar semakin berdaya dan tangguh," ujar dari sumbernya.

Tags

Terkini