Aksi Beli Investor Asing Kembali Mewarnai Pergerakan Saham Bank BCA

Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:23:06 WIB
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (FOTO: NET)

JAKARTA - Kejutan terjadi di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.

Setelah sempat membukukan net sell Rp 100,4 miliar pada Jumat, investor asing berbalik mencetak net buy di saham BBCA Rp 78.29 miliar pada Senin.

Net buy asing muncul saat harga saham Bank Central Asia ditutup melemah 0,40% ke Rp 6.300.

Sejumlah 68,14 juta saham BCA diperdagangkan, frekuensi 17,670 kali, dan nilai transaksi Rp 429,18 miliar.

Volume transaksi saham emiten bank swasta besar tersebut menipis dibandingkan Jumat pekan lalu yang nilai transaksinya saat itu mencapai Rp 973,98 miliar.

Melihat data broker summary dari aplikasi Stockbit Sekuritas, broker Maybank Sekuritas mencetak net buy di saham BBCA pada Senin kemarin untuk investor asing Rp 163,8 miliar.

Dalam sebulan terakhir, saham terafiliasi Grup Djarum BBCA masih bangkit 8,62% dengan investor asing menyerok saham ini lewat angka net buy Rp 1,17 triliun.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih bisa mencetak laba bersih sebesar Rp 29,55 triliun semester 1-2026, meningkat 1,8%, setara 48% estimasi laba bersih setahun penuh dari sumbernya.

Dari sumbernya masih memandang positif saham BBCA, kendati target harga dipangkas.

Berdasarkan riset dari sumbernya, pertumbuhan laba yang relatif moderat mencerminkan ketahanan kinerja di tengah persaingan likuiditas yang masih ketat dan normalisasi suku bunga.

Kinerja tersebut didukung oleh pendapatan bunga yang meningkat 1% menjadi Rp 49.86 triliun, meskipun net interest income (NII) relatif stabil, akibat kenaikan beban bunga sebesar 7,8%.

"Di sisi lain, BBCA tetap mampu mempertahankan kualitas profitabilitas dengan NIM sebesar 5,4%, didukung oleh credit cost yang tetap rendah di kisaran 0,4%, menegaskan posisi perseroan sebagai salah satu bank dengan profil risiko paling defensif di industri," tulis dari sumbernya, dikutip Senin.

Dari sumbernya merevisi turun estimasi laba bersih BBCA tahun 2026 dan dan 2027 menjadi masing-masing Rp 59,11 triliun dan Rp 65,41 triliun, mencerminkan proyeksi pertumbuhan kredit yang lebih moderat dibandingkan estimasi sebelumnya.

Namun, dari sumbernya memperkirakan NIM BBCA tetap relatif terjaga didukung oleh dominasi dana murah (CASA) yang kuat.

Dari sumbernya masih mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan harga wajar (fair value) Rp 7.800, turun banyak dari sebelumnya Rp 10.075.

Penilaian ini didasarkan pada metode DDM, serta didukung PBV saat ini yang masih berada di bawah -2 standar deviasi (SD) rata-rata lima tahun sebesar 3,07 kali.

Tags

Terkini