BCA Targetkan Pembelian Kembali Saham Rp5 Triliun hingga Maret 2027

BCA Targetkan Pembelian Kembali Saham Rp5 Triliun hingga Maret 2027
Ilustrasi BCA, Sumber: readers.

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA kembali meneruskan program pembelian kembali saham perusahaan dengan alokasi dana maksimal mencapai Rp5 triliun pada 11 Juni 2026. Jumlah nominal tersebut dipastikan sudah mencakup keseluruhan biaya perantara pedagang efek beserta pengeluaran operasional lainnya.

Langkah korporasi tersebut menjadi bagian berkesinambungan dari pelaksanaan program buyback saham yang telah berjalan sebelumnya pada April 2026.

Keputusan strategis ini diambil sebagai perwujudan rasa percaya yang tinggi terhadap stabilitas dan pertumbuhan pasar modal di tanah air pada saat ini.

“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini juga sudah mempertimbangkan kondisi fundamental Perseroan,” ujar direksi korporasi.

Dalam prosesnya, pihak manajemen menegaskan komitmen untuk selalu menerapkan asas tata kelola perusahaan yang baik sekaligus tunduk pada seluruh regulasi hukum yang berlaku.

Jangka waktu pengerjaan program buyback ini dijadwalkan berjalan selama 12 bulan penuh, terhitung mulai 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027.

Kendati demikian, emiten perbankan ini memiliki keleluasaan untuk menyudahi program lebih awal dengan tetap menyelaraskan langkah hukum sesuai perundang-undangan.

Realisasi dari aksi korporasi ini diproyeksikan tidak memberikan pengaruh material terhadap performa finansial maupun roda operasional usaha emiten.

Pihak manajemen bakal terus memantau setiap pergerakan dan dinamika pasar secara komprehensif demi menyukseskan agenda pembelian saham kembali tersebut.

“Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026,” tutur pimpinan perusahaan.

Di samping itu, perusahaan juga bersiap mendistribusikan dividen interim tahap pertama senilai Rp20 per lembar saham pada kuartal II tahun buku 2026, yang dijadwalkan cair pada 26 Juni nanti.

Kebijakan pembayaran dividen interim ini diputuskan setelah melihat pencapaian kinerja keuangan yang kokoh sepanjang kuartal pertama sejak 1 Januari 2026 sampai 31 Maret 2026. Langkah ini sekaligus menjadi bukti keseriusan manajemen dalam menyajikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang sahamnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index