BI Rate Naik 25 Bps, Investor Asing Net Sell Rp893 Miliar Tekan IHSG

BI Rate Naik 25 Bps, Investor Asing Net Sell Rp893 Miliar Tekan IHSG
Ilustrasi BI Rate Naik, Sumber: bloombergtechnoz.

JAKARTA – Pada perdagangan Kamis 18 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78% ke level 6.172. Pelemahan terjadi setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih dalam jumlah besar.

Di pasar reguler, net sell asing mencapai Rp893,36 miliar, sementara di seluruh pasar reguler tercatat Rp111,56 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai Rp557,25 miliar, terkoreksi 3,9% ke posisi Rp2.960 per saham.

Berikut daftar 10 saham dengan net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan Kamis (18/6/2026):

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp557,25 miliar 

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp98,87 miliar 

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp84,98 miliar 

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp62,58 miliar 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp59,84 miliar 

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp51,93 miliar 

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp50,36 miliar 

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp48,51 miliar 

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) Rp46,86 miliar 

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp40,23 miliar

Sementara itu, pembelian bersih terbesar dilakukan pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) senilai Rp150,89 miliar. Saham AMMN naik 7,5% ke level Rp4.000 per saham.

Berikut daftar 10 saham dengan net buy tertinggi oleh investor asing sepanjang perdagangan Kamis (18/6/2026):

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp150,89 miliar 

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp106,91 miliar 

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp82,64 miliar 

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp48,29 miliar 

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp34,71 miliar 

PT Timah Tbk (TINS) Rp33,96 miliar 

PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp13,61 miliar 

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp12,57 miliar 

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Rp11,99 miliar 

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp7,9 miliar

Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur periode Juni 2026 memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Suku bunga deposit facility naik menjadi 4,75% dan lending facility menjadi 6,5%.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI, Kamis (18/6/2026).

Ia menambahkan, kenaikan BI Rate juga merupakan langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam kisaran sasaran 2,5 plus-minus 1% sesuai target pemerintah.

Konsensus pasar memperkirakan kenaikan BI Rate ke 5,75%. Dari 40 ekonom yang disurvei, 25 memprediksi kenaikan 25 bps, 2 memprediksi kenaikan 50 bps, sementara 13 memperkirakan suku bunga tetap di 5,5%.

Keputusan ini mencerminkan kewaspadaan BI terhadap volatilitas rupiah. Namun, kebijakan makroprudensial tetap diarahkan “pro-growth” untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kenaikan suku bunga yang telah mencapai 100 bps dalam 2 bulan berpotensi menekan sektor properti, otomotif, dan juga berdampak negatif bagi sektor perbankan, apabila berlangsung dalam waktu yang berkepanjangan,” tulis Mirae Asset dalam riset terbarunya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index