IHSG Pekan Ini Diproyeksi Konsolidasi di Rentang 6.100 Sampai 6.250

IHSG Pekan Ini Diproyeksi Konsolidasi di Rentang 6.100 Sampai 6.250
Ilustrasi IHSG, Sumber: pantau.

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan pekan ini secara teknikal diproyeksikan akan mengalami konsolidasi dalam rentang 6.100 sampai 6.250.

Dari dalam negeri, para pelaku pasar akan mencermati publikasi data M2 Money Supply yang dijadwalkan rilis pada 23 Juni 2026. Para pemodal juga menantikan pengumuman dari MSCI terkait Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 yang akan menentukan posisi Indonesia dalam status Emerging Market.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia berencana mengadakan pertemuan dengan MSCI untuk meminta penjelasan mengenai hasil MSCI Global Market Accessibility Review yang memberikan penilaian negatif pada kriteria Information Flow.

Sementara dari sentimen global, bursa saham Wall Street sempat libur pada 19 Juni 2026 dalam rangka memperingati Juneteenth. Pada saat yang sama, mayoritas indeks saham di regional Eropa dan Asia berakhir melemah lantaran para pelaku pasar meragukan kelanjutan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Wakil Presiden Amerika Serikat menegaskan bahwa pemberian bantuan ekonomi bagi Iran akan bergantung pada kepatuhan negara tersebut terhadap poin-poin perjanjian yang telah disepakati.

Di sisi lain, Presiden Iran menyatakan bahwa kesepakatan tersebut bersifat bersyarat dan pihaknya hanya menandatangani memorandum setelah memperoleh jaminan resmi bahwa hak-hak negaranya terlindungi sepenuhnya. Fokus pasar kini tertuju pada kawasan Selat Hormuz.

Jalur pelayaran utama itu sempat dibuka kembali dan memberi sentimen positif usai adanya kesepakatan pencabutan blokade. Namun, pihak Iran justru kembali menutup Selat Hormuz pada 19 Juni 2026 lantaran menganggap sejumlah syarat damai belum terpenuhi.

Selain isu geopolitik, investor global akan memperhatikan beberapa rilis data ekonomi krusial dari Amerika Serikat. Data tersebut mencakup indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE, pemesanan barang tahan lama, indeks sentimen konsumen dari Universitas Michigan, hingga survei regional Federal Reserve.

Indeks PCE inti diprediksi meningkat 0,3 persen secara bulanan pada Mei 2026, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan April yang berada di angka 0,2 persen. Sebelumnya, bank sentral Amerika Serikat telah menaikkan proyeksi inflasi PCE tahun 2026 menjadi 3,6 persen.

Untuk tahun depan, inflasi diprediksi melandai ke level 2,3 persen, sedangkan proyeksi inflasi inti PCE tahun ini turut disesuaikan naik ke angka 3,3 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index