JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, dengan kenaikan tipis 0,08 persen ke level 6.177,14 setelah sepanjang sesi bergerak sideways.
Pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi. "IHSG bergerak konsolidasi, namun respons investor terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review cukup positif," ujarnya.
Laporan tersebut menempatkan Indonesia tetap dalam kategori emerging market, meski masih ada catatan mengenai transparansi kepemilikan saham, indikasi perdagangan terkoordinasi, serta keterbatasan informasi berbahasa Inggris bagi investor asing.
Pelaku pasar kini menunggu pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Dari eksternal, tekanan datang dari pelemahan rupiah 0,06 persen ke Rp17.804 per dolar AS akibat penguatan dolar yang dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Secara teknikal, "IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 6.100 hingga 6.250," jelasnya. Sementara itu, pergerakan indeks dinilai masih dibayangi sentimen global dalam jangka pendek. "Pasar menanti kepastian sentimen MSCI dan FTSE hingga 24 Juni 2026," ujarnya.
IHSG juga tengah membentuk pola inverted head and shoulders dengan neckline di level 6.400. "IHSG berpotensi mengarah ke level 6.700 pada Juli 2026," ujarnya.
Adapun saham yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain:
BSSR dengan rekomendasi beli pada kisaran Rp4.600-Rp5.000
BMSS dengan rekomendasi beli pada kisaran Rp2.700-Rp2.900