Cara Mudah Cek Sisa Umur HP Android untuk Ketahui Masa Dukungan

Cara Mudah Cek Sisa Umur HP Android untuk Ketahui Masa Dukungan
Ilustrasi Bermain HP, Sumber: goodstats.

JAKARTA - Ternyata sangat mudah cara cek sisa umur HP Android agar mengetahui batas waktu atau berapa lama perangkat ini masih baik untuk digunakan oleh penggunanya. Setiap ponsel memiliki masa pakai berbeda karena dukungan dari pengembang terkadang hanya 3 tahun, bahkan ada yang mencapai 7 tahun.

Perangkat yang sudah tidak mendapat dukungan tidak akan langsung mati total secara mendadak. Ponsel tersebut tetap bisa beroperasi, namun tidak lagi memperoleh pembaruan sistem ataupun patch keamanan.

Pembaruan Android sendiri terbagi menjadi 2 kelompok utama. Versi pertama diluncurkan setiap tahun oleh Google guna menyajikan fitur, peningkatan performa, serta sistem operasi yang baru.

Kategori kedua berupa pembaruan keamanan berkala sepanjang tahun yang berfungsi memperbaiki celah ponsel, mengatasi bug, serta melindungi perangkat dari ancaman luar. Bagi pengguna yang tidak yakin dengan usia ponselnya, terdapat langkah mudah untuk memeriksanya.

Langkah pertama adalah membuka menu Pengaturan, lalu pilih System dan klik About Phone untuk mengetahui model ponsel. Setelah itu, akses situs endoflife.date melalui browser.

Lanjutkan dengan memilih opsi Device dan tentukan merek ponsel yang digunakan. Terakhir, cari model ponsel untuk melihat waktu rilis serta masa garansi pembaruan Android maupun Security Updates.

Situs tersebut akan menampilkan indikator warna kuning dan merah sebagai peringatan jika perangkat mendekati atau telah habis masa dukungannya. Sebaliknya, warna hijau menunjukkan bahwa umur operasional ponsel masih dalam kategori aman.

Meskipun smartphone telah melewati batas masa dukungan, perangkat tersebut sebenarnya masih tetap bisa dimanfaatkan. Pengguna masih dapat menggunakannya untuk aktivitas harian seperti melakukan panggilan telepon atau mengirim pesan.

Namun, pengguna perlu mengingat bahwa ponsel tersebut tidak akan lagi memperoleh fitur baru ataupun peningkatan proteksi keamanan. Menggunakan perangkat yang tidak didukung sangat berisiko untuk aktivitas perbankan online, belanja, mengakses email, atau menyimpan kata sandi.

Celah keamanan yang dibiarkan tanpa adanya perbaikan pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh malware. Risiko ini dapat membahayakan data pribadi yang tersimpan di dalam ponsel tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index