Solusi Menjaga Kesehatan Keuangan dan Cicilan KPR Tetap Lancar

Solusi Menjaga Kesehatan Keuangan dan Cicilan KPR Tetap Lancar
Ilustrasi KPR , Sumber: hijra.id

JAKARTA – Mengelola arus kas keuangan pada pertengahan tahun dapat menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi keluarga yang sedang mencicil KPR. Terlebih lagi, momen pertengahan tahun selalu bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah.

Kondisi tersebut dipastikan memicu peningkatan kebutuhan dana pendidikan anak untuk pendaftaran hingga pembelian alat tulis. Oleh karena itu, evaluasi finansial di tengah tahun krusial dilakukan agar cicilan KPR tidak membebani rumah tangga.

Demi mengupas hal ini, Pinhome mengadakan bincang-bincang daring bersama Perencana Keuangan, Novi Anasthasia. Ia membagikan kiat praktis dalam memeriksa kondisi keuangan dan mengelola KPR secara bijak.

Menurut Novi Anasthasia, tanda keuangan mulai terancam adalah saat pengeluaran bulanan menguras dana cadangan atau ditutup utang baru. "Cara sederhana untuk mengecek kesehatan finansial adalah memastikan pengeluaran tetap lebih kecil dari pendapatan serta masih ada alokasi untuk menabung atau berinvestasi setiap bulan," tuturnya.

Terlebih bagi pemilik cicilan KPR yang sedang berjalan, ia mengingatkan pentingnya menjaga kestabilan dana dari kewajiban jangka panjang. "Cicilan KPR rumah, kendaraan, dan kartu kredit, idealnya tidak melebihi 30% dari pendapatan. Jika rasio tersebut mulai terlampaui, masyarakat disarankan segera mengevaluasi kondisi keuangan, mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, serta menghindari kebiasaan menutup satu cicilan dengan cicilan baru," ungkapnya.

Saat cicilan mulai terasa berat pasca-masa bunga promo usai, konsumen bisa memanfaatkan fitur Simulasi KPR Take Over di aplikasi Pinhome. Fitur tersebut menyediakan estimasi cicilan beserta simulasi biaya yang dibutuhkan sebelum mengambil keputusan.

"KPR Take Over menjadi solusi di tengah meningkatnya biaya hidup karena dapat membantu pengguna menghemat cicilan hingga 40% dengan peluang kembali menikmati masa bunga fixed," jelas Dayu Dara Permata.

Menurutnya, Fitur Simulasi KPR Take Over dan Konsultasi KPR di aplikasi Pinhome sangat mudah diaplikasikan untuk mendapat proyeksi cicilan. "Melalui Pinhome, prosesnya juga lebih mudah dan praktis, mulai dari simulasi hingga akad tanpa biaya, pengajuan ke banyak bank sekaligus, tenor yang fleksibel, cashback jutaan rupiah, serta didukung oleh lebih dari 40 bank dan institusi keuangan terkemuka," kata Dara.

Sementara itu Novi Anasthasia berpendapat, kekhawatiran akan beban cicilan seharusnya tidak memadamkan impian masyarakat untuk memiliki hunian. Hal yang paling mendasar adalah memahami strategi yang tepat sejak awal saat mempersiapkan kepemilikan rumah tersebut.

Melalui perencanaan yang matang, masyarakat akan lebih siap menghadapi KPR termasuk saat memasuki masa suku bunga mengambang. "Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan untuk meringankan beban cicilan pada tahap tersebut adalah melakukan take over KPR sesuai dengan kondisi dan kebutuhan finansial," terang Novi.

Ia menambahkan bahwa kepemilikan rumah harus dibarengi dengan kebiasaan mengelola anggaran secara disiplin demi kesehatan finansial jangka panjang. "Keluarga muda dapat menerapkan prinsip pengelolaan anggaran 50:30:20, yaitu mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan pokok, keinginan, serta tabungan dan investasi," jelasnya.

Selain itu, kepemilikan dana darurat dengan target tiga hingga 12 kali pengeluaran bulanan juga harus menjadi prioritas utama. "Dengan perencanaan keuangan yang baik, masyarakat dapat memenuhi kewajiban KPR sekaligus tetap memiliki ketahanan finansial dalam menghadapi berbagai kondisi yang tidak terduga," tutup Novi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index