Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas Hari Ini: AKRA, MYOR, dan MEDC

Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas Hari Ini: AKRA, MYOR, dan MEDC
Ilustrasi Saham, Sumber: pintarsaham.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan 10 Juli 2026 ditutup menguat +0,83 persen, meskipun investor asing mencatatkan outflow di pasar reguler senilai Rp1,68 triliun. Sementara itu, indeks LQ45 dan IDX30 masing-masing menguat terbatas +0,32 persen dan +0,28 persen secara mingguan.

Mata uang rupiah terpantau masih terdepresiasi sebesar 8 persen year to date ke posisi Rp18.077 per dolar AS. Saat ini pasar tengah menanti keputusan BI-Rate pekan depan pada 22 Juni 2026.

Langkah ini dinilai krusial setelah BI-Rate dinaikkan sebesar 100 bps dalam satu bulan terakhir untuk mencegah aliran modal keluar serta depresiasi rupiah lebih lanjut. Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia melaporkan jumlah dana yang berhasil dihimpun melalui IPO hingga Juli 2026 mencapai Rp2,16 triliun dari 7 emiten.

Realisasi perolehan tersebut terhitung jauh menurun jika dibandingkan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya. Tercatat perolehan akhir tahun 2023 mencapai Rp54,1 triliun dari 79 emiten, tahun 2024 senilai Rp14,3 triliun dari 41 emiten, dan tahun 2025 sebesar Rp18,1 triliun dari 26 emiten.

Penurunan jumlah emiten yang melakukan IPO ini juga sejalan dengan volatilitas pasar yang tecermin dari koreksi IHSG sebesar -31 persen year to date. Dari pasar global, bursa Wall Street terpantau mengalami penguatan terbatas pada penutupan akhir pekan lalu.

Indeks Dow Jones tercatat naik +0,29 persen dan indeks S&P 500 menguat +0,42 persen pada 10 Juli. Di samping itu, ketidakpastian akibat konflik di kawasan Timur Tengah dilaporkan masih terus berlanjut.

Pada akhir pekan, Presiden AS Donald Trump menyatakan, "Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal komersial meskipun Iran mengklaim telah menutup jalur vital tersebut." Pernyataan ini disampaikan menyusul aksi serang yang kembali terjadi sepanjang periode 9 hingga 11 Juli 2026.

Dampak ketegangan tersebut membuat harga minyak Brent dibuka menguat sebesar +3,89 persen ke level USD78,9 per barel pada awal pekan ini, 13 Juli. Pada pekan ini, pelaku pasar juga sedang mengantisipasi rilis laporan keuangan dari sejumlah emiten perbankan besar seperti JP Morgan, Bank of America, Goldman Sachs, dan Citigroup.

Sebaliknya, bursa di kawasan Asia Pasifik justru dilanda aksi ambil untung seiring dengan adanya kenaikan harga energi secara intraday. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah -0,93 persen dan indeks KOSPI terkoreksi -2,62 persen pada 13 Juli.

Untuk pergerakan hari ini, IHSG diproyeksikan akan mengalami koreksi dan bergerak dalam rentang area 5.800 hingga 5.960. Sebagai panduan investasi, Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih membagikan beberapa rekomendasi saham.

Saham pertama yang direkomendasikan adalah AKRA dengan status Accum Buy pada harga penutupan 1.320. Saham ini memiliki target harga di level 1.370 dan batas menahan kerugian di 1.290.

Posisi harga AKRA saat ini sedang berada di area resistance dan dinilai memiliki peluang besar untuk mengalami breakout. Indikator MACD menunjukkan bentuk histogram yang masih berada dalam momentum akumulasi, sehingga mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan.

Sentimen positif dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas akibat aksi saling serang pada 9–11 Juli 2026. Situasi ini mendorong harga minyak Brent naik 3,89 persen ke level USD78,9 per barel pada awal pekan, yang berpotensi menguntungkan emiten energi seperti AKRA.

Saham berikutnya adalah MYOR dengan rekomendasi Buy on Weakness pada harga penutupan di rentang 1.715–1.700. Target harga untuk saham ini ditetapkan pada level 1.800 dengan batasan stop loss di angka 1.680.

Saat ini pergerakan MYOR berada di sekitar area support dan dinilai memiliki potensi untuk mengalami pembalikan arah dalam jangka pendek. Indikator stochastic juga telah membentuk pola crossing di area oversold yang memperkuat sinyal teknikal terjadinya pemulihan harga.

Secara fundamental, MYOR mengantongi pendapatan sebesar Rp9,4 triliun pada kuartal pertama 2026, atau turun 4,7 persen secara tahunan. Namun, laba kotor perusahaan meningkat 15,3 persen menjadi Rp2,5 triliun serta laba bersih tumbuh 37,1 persen secara tahunan menjadi Rp945,6 miliar.

Rekomendasi terakhir diberikan untuk saham MEDC dengan status Accum Buy pada tingkat harga penutupan di level 1.175. Saham komoditas ini diproyeksikan menuju target harga 1.220 dengan batasan stop loss pada 1.130.

Secara teknikal, MEDC berpotensi mengalami pembalikan arah menguat dengan membentuk pola grafik rounding bottom. Posisi harga saat ini juga tertahan di area resistance dan berpeluang menembus ke atas jika didukung oleh lonjakan volume transaksi.

Katalis positif saham ini datang dari aksi akumulasi yang tercatat cukup masif dilakukan akhir-akhir ini. Investor asing telah mengumpulkan saham MEDC dengan nilai sekitar Rp12 miliar sejak awal tahun, disusul aksi jajaran manajemen yang secara kolektif memborong 231,37 ribu lot saham pada awal Juli 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index