JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan lanjut menguat terbatas pada perdagangan Selasa, setelah indeks ditutup naik 0,92 persen ke level 6.232 pada awal pekan ini.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG bergerak pada rentang 6.194 sebagai level support.
Sementara 6.264 merupakan resistance indeks.
“Untuk Selasa, kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan support 6.194 dan resistance 6.264,” ujar Herditya saat dihubungi dari Sumbernya, Senin malam.
Meski IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Selasa, Herditya menyebut ada potensi aksi ambil untung sehingga memberatkan gerak indeks.
Pelaku pasar secara konsensus memperkirakan bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen.
IHSG Menanjak di Tengah Guncangan Sektor Teknologi dan Geopolitik Global Artikel dari Sumbernya Adapun, dari Sumbernya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor ritel selama perdagangan Selasa, diantaranya; Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk dengan target harga Rp 4.320-Rp 4.600, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk dengan target harga pada Rp 164-Rp 170, serta PT Buana Lintas Lautan Tbk pada rentang harga Rp 432-Rp 468.
“IHSG ditutup menguat di level 6.231,78 meskipun harga minyak mentah menguat hingga sempat menyentuh 90 dollar AS per barel untuk Brent akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” ucap Alrich.
Menurutnya, optimisme membaiknya sentimen domestik masih berlanjut sehingga mampu menopang pasar saham.
Pada perdagangan awal pekan, sektor industri menjadi penopang utama penguatan IHSG dengan mencatatkan kenaikan terbesar, sementara sektor teknologi justru terkoreksi.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah 0,15 persen ke posisi Rp 17.948 per dollar AS.
Secara teknikal, Alrich menilai IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, meski ruang kenaikannya mulai terbatas.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level resistance di kisaran 6.250 hingga 6.300.
“Terjadi pelebaran histogram positif MACD, namun Stochastic RSI sudah berada di area overbought. IHSG juga ditutup di atas MA50 dengan didukung kenaikan volume beli,” jelasnya.
Untuk ADRO, Nafan memasang target harga Rp 2.700 atau mencerminkan potensi kenaikan sekitar 8 persen.
ANTM dengan target harga Rp 3.370, atau memberikan potensi kenaikan sekitar 13,85 persen.
ARTO dengan target harga Rp 1.540 atau potensi kenaikan sekitar 9,61 persen.
Adapun BBCA memasang target harga Rp 7.900, yang berarti memberikan potensi kenaikan sekitar 41,07 persen.