JAKARTA - Lembaga riset dari sumbernya memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode kuartal II 2026 hanya berada di kisaran 4,8 sampai 4,9 persen.
Capaian tersebut terhitung turun signifikan bila dibandingkan dengan realisasi kuartal I 2026 yang sempat menembus angka 5,61 persen.
“Hitung-hitungan kami memperkirakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 adalah antara 4,8 sampai 4,9 persen,” kata pejabat dari sumbernya dalam agenda CORE Mid Year Economic Review, Rabu, 29 Juli 2026.
Melalui rincian paparannya, pejabat dari sumbernya menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2026 diperkirakan cuma tumbuh 4,7 hingga 4,9 persen.
Angka itu susut dari realisasi kuartal I 2026 lalu yang sanggup mencapai 5,52 persen.
Selanjutnya, ia menyampaikan konsumsi belanja pemerintah diproyeksi naik sebesar 20 hingga 23 persen, sementara pembentukan modal tetap bruto berada di angka 6,8 hingga 7,5 persen.
Di samping itu, kinerja ekspor barang dan jasa diprediksi berkisar 7 sampai 8 persen, sedangkan impor barang dan jasa diperkirakan bernilai 4,8 hingga 4,9 persen pada kuartal II 2026.
Lebih jauh, pejabat dari sumbernya memperkirakan proyeksi laju ekonomi sepanjang tahun 2026 bertahan pada rentang 4,9 hingga 5,1 persen.
Tingkat perkiraan tersebut tidak mengalami perubahan dari perhitungan yang telah dirilis pada tahun sebelumnya.
“Kami tidak mengubah proyeksi kami. Di tahun lalu, kami sudah melakukan proyeksi di Economic Outlook, bahwa kami memproyeksi pertumbuhan ekonomi yang akan mencapai antara 4,9 sampai 5,1 persen dan kemungkinan angkanya masih segitu,” ungkapnya.