JAKARTA - Pimpinan FIFA Gianni Infantino menggarisbawahi bahwa rencana pelepasan saham Piala Dunia ke tangan investor asing baru berupa opsi diskusi dan bukan keharusan.
Pernyataan ini dipublikasikan usai munculnya gelombang reaksi keras serta kecaman tajam dari entitas otoritas sepak bola internasional.
Mengutip Aljazeera, Jumat (31/7/2026), FIFA sebelumnya mengutarakan ide strategis untuk mendirikan anak perusahaan senilai US$ 20 miliar guna mengurus ajang Piala Dunia beserta acara akbar lainnya.
Dalam rencana itu, otoritas tertinggi sepak bola ini berniat melepaskan kepemilikan saham hingga 20% bagi investor swasta.
Langkah ini mendadak menimbulkan kaget serta reaksi penolakan dari berbagai federasi regional.
Pihak konfederasi menyesalkan tindakan FIFA yang dinilai berjalan sendiri untuk memasukkan investasi swasta ke dalam panggung utama kompetisi sepak bola paling megah di dunia tersebut.
Menyikapi gelombang gelombang penolakan ini, dari sumbernya beralasan bahwa memajukan lini bisnis adalah langkah perkembangan yang wajar bagi industri sepak bola modern.
Namun, dari sumbernya memastikan bahwa penentuan akhir masih belum difinalisasi.
"Ini adalah bagian dari proses demokrasi, sebuah proses konsultasi. Yang terpenting, ini adalah sebuah kesempatan dan bukan kewajiban. Seperti yang saya katakan, ini baru memulai proses konsultasi," ujar dari sumbernya dalam sebuah video resmi yang dirilis FIFA, Rabu (29/7/2026).
Berpredikat sebagai organisasi olahraga terkaya di dunia, FIFA sejauh ini menopang pemasukan bernilai miliaran dolar melalui hak siar, kesepakatan sponsor, serta kerja sama bisnis Piala Dunia.
Walaupun berencana memberi tempat bagi investor luar, dari sumbernya memberikan jaminan bahwa wewenang penuh atas regulasi permainan dan nilai sportivitas tidak akan berpindah dari otoritas FIFA.
"FIFA jelas akan terus mengatur sepak bola tanpa campur tangan eksternal apa pun. Turnamen unggulan yang diselenggarakannya, seperti Piala Dunia FIFA atau Piala Dunia Wanita FIFA, akan selalu tetap ada (di bawah kendali kami)," pungkasnya.