IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.849 Saat Bursa Asia Mayoritas Menguat

Kamis, 09 Juli 2026 | 13:12:51 WIB
Ilustrasi IHSG, Sumber: mandirisekuritas.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (9/7/2026), dibuka melemah. Hingga pukul 09:10 WIB, Indeks kehilangan 24,04 (0,41%) ke level 5.849.

Berseberangan dengan arah IHSG, sejumlah bursa saham Asia berhasil dibuka menguat. Indeks KOSDAQ (Korea Selatan), KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), Straits Times (Singapura), Topix (Jepang), Hang Seng (Hong Kong), dan CSI 300 (China) kompak terangkat.

Senasib dengan IHSG di zona merah, ada Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), KLCI (Malaysia), TW Weighted Index (Taiwan), PSEi (Filipina), Shenzhen Comp. (China), dan Shanghai Composite (China).

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai sepuluh menit berlangsung, volume perdagangan tercatat 3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,56 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 458.985 kali.

Sebanyak 272 saham menguat dan 234 saham melemah. Sementara 194 saham tidak bergerak.

Untuk perdagangan hari ini, analis menyebut pelemahan IHSG dipicu aksi profit taking setelah gagal menembus level psikologis 6.000. Situasi diperburuk oleh meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran serta keputusan S&P DJI yang memasukkan Indonesia ke dalam watchlist dan membuka peluang reklasifikasi ke frontier market.

Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun menjadi 117,8 pada Juni turut jadi pemicu pelemahan IHSG.

“Pasar hari ini akan mencermati perkembangan konflik AS–Iran setelah berakhirnya kesepakatan damai yang berpotensi kembali mendorong sentimen risk–off,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Investor juga akan memantau pergerakan harga minyak, nilai tukar rupiah, dan arus dana asing sebagai indikator utama arah pasar dalam jangka pendek. Saham-saham pilihan untuk perdagangan hari ini adalah AKRA, ELSA, dan PGAS.

Sedangkan riset pasar lain menyebut, harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 4% kemarin imbas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan. Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan gencatan senjata telah berakhir dan Negeri Adidaya melancarkan serangan terhadap Iran serta mencabut izin yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak mentah.

“IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5,800–5,745,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Saham pilihan untuk hari ini adalah PGEO, PGAS, UNTR, ITMG, dan AALI.

Analis lain menuturkan, melemahnya mayoritas bursa Wall Street seiring memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya harga komoditas energi dan CPO berpeluang menjadi sentimen positif.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.745–5.620 dan resistance 6.000–6.130,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Saham-saham pilihan pasar meliputi MEDC, AKRA, ELSA, TLKM, AALI, dan UNTR.

Proyeksi lain menunjukkan IHSG kemungkinan akan melemah yang disebabkan oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang masih belum mereda. Selain itu, outflow asing kembali meningkat seiring kabar dari S&P Dow Jones yang memasukkan Indonesia ke klasifikasi special measures atau frontier, dan nilai tukar rupiah yang telah mencapai level Rp18.000/US$.

Saham-saham pilihan untuk perdagangan hari ini adalah BKSL, PGAS, dan PSAB.

Terkini