Sebagian Besar Perusahaan Asing Memperoleh Keuntungan Di Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:00:22 WIB
Temui Delegasi Bisnis Tiongkok, Menko Airlangga Dorong Perluasan Investasi dan Kerja Sama Strategis (FOTO: NET)

JAKARTA - Pihak dari sumbernya mengungkapkan mayoritas badan usaha asing yang menanamkan modalnya di Jakarta memperoleh keuntungan.

Keterangan tersebut dipaparkan mengacu pada temuan survei lembaga Jepang yang menunjukkan prospek investasi di tanah air masih amat menjanjikan.

Hal tersebut disampaikan pihak dari sumbernya ketika menyambut rombongan delegasi korporasi asal negeri tirai bambu bersama kepala perwakilan diplomatik tanah air.

Dalam kesempatan itu, pihak berwenang kembali mendorong para investor asing agar memperbesar skala penanaman modal, khususnya pada bidang-bidang yang menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian negara.

"Laporan dari perusahaan agensi Jepang, JETRO, menyampaikan bahwa perusahaan asing yang investasi di Indonesia potensi mengalami atau mendapat keuntungan besarnya 70 persen. Jadi lebih banyak untung daripada yang tidak untung," jelas Airlangga dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, Jumat (24/7/2026).

Menurut pihak dari sumbernya, instansi pemerintahan secara konsisten berupaya mewujudkan ekosistem penanaman modal yang kondusif melalui ancangan regulasi, termasuk penyiapan fasilitas keringanan pajak yang kompetitif bagi kalangan pemodal.

Upaya tersebut diantisipasi sanggup mendongkrak volume arus modal masuk sekaligus mengokohkan daya saing bangsa di tengah kompetisi global.

Interaksi di bidang perekonomian antara dua negara sahabat tersebut tercatat terus menanjak selama beberapa tahun belakangan.

Kemitraan strategis kedua belah pihak tidak sebatas mencakup sektor niaga serta penanaman modal, melainkan merambah ranah manufaktur, ekonomi digital, teknologi modern, hingga dunia pendidikan.

Pihak dari sumbernya memaparkan bahwa kedua negara telah mengukuhkan sejumlah kesepakatan dagang yang menopang fondasi ekonomi bersama, seperti kerangka perdagangan bebas regional dan kemitraan ekonomi komprehensif.

Besaran nilai perdagangan bilateral juga terus mengalami eskalasi.

Berdasarkan catatan statistik nasional, nilai transaksi perniagaan kedua belah pihak menyentuh kisaran 154 miliar dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, merujuk pada dokumentasi pihak mitra, nominal transaksinya mencapai sekitar 160 miliar dolar Amerika Serikat.

Komoditas utama yang diekspor tanah air ke negara tersebut meliputi produk olahan logam, nikel mentah, bahan bakar padat, serta minyak kelapa sawit.

Di samping menduduki posisi sebagai mitra dagang utama, negara mitra tersebut juga menjadi salah satu penanam modal terbesar di dalam negeri.

Guna merangsang masuknya realisasi modal yang lebih masif, pemerintah menyediakan berbagai insentif fiskal seperti libur pajak hingga seratus persen, keringanan pajak investasi, serta potongan pajak super untuk bidang usaha tertentu.

"Kita terbuka untuk bekerja sama dengan partner global termasuk China, baik itu untuk trade investment maupun di sektor jasa maupun di sektor pendidikan. Dan saya mengundang bisnis pemusaha dari China untuk melanjutkan investasi di Indonesia terutama terhadap sektor yang mempunyai nilai tambah tinggi," pungkas Airlangga.

Pemerintahan nasional juga terus memperluas jalinan kemitraan strategis pada berbagai bidang penting lainnya.

Pada sektor pendidikan, kerja sama telah dijalin bersama institusi akademik terkemuka melalui program riset serta lokakarya di kawasan khusus ekonomi.

Sementara pada industri otomotif, pihak berwenang memotivasi ekspansi pabrikan kendaraan listrik asal negeri seberang yang kini menduduki jajaran utama pangsa pasar domestik.

Pada ranah ekonomi digital, peluang penanaman modal turut dibuka pada sektor semikonduktor, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, penciptaan perangkat lunak, serta fasilitas pusat data guna mengakselerasi transformasi digital nasional.

Juru bicara instansi koordinator bidang perekonomian menyatakan bahwa konektivitas ekonomi kedua negara diprediksikan bakal terus bertumbuh seiring terbukanya ruang kolaborasi di berbagai bidang.

"Hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok ini terus menunjukkan perkembangan yang semakin kuat dan komprehensif. Pemerintah berkomitmen untuk terus membuka peluang dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, tidak hanya di bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga pada sektor-sektor strategis seperti industri, pendidikan, ekonomi digital, dan teknologi," ujar Haryo Limanseto.

Terkini