Proyeksi Laju Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Hanya Capai 4,9 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 12:30:22 WIB
Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal & Moneter CORE Indonesia A. Akbar Susamto (FOTO: NET)

JAKARTA - Hasil kalkulasi dari sumbernya menaksir ekspansi ekonomi domestik untuk triwulan II 2026 bergerak lambat di rentang 4,8 hingga 4,9 persen.

Angka perkiraan ini berada jauh di bawah torehan triwulan I 2026 yang kala itu sanggup mencatatkan pertumbuhan hingga 5,61 persen.

“Hitung-hitungan kami memperkirakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 adalah antara 4,8 sampai 4,9 persen,” kata pejabat dari sumbernya dalam agenda CORE Mid Year Economic Review, Rabu, 29 Juli 2026.

Berdasarkan paparan resminya, pejabat dari sumbernya memproyeksikan konsumsi sektor rumah tangga untuk triwulan II 2026 bergerak di kisaran 4,7 sampai 4,9 persen.

Capaian tersebut melemah dibanding torehan triwulan I 2026 yang berhasil menyentuh level 5,52 persen.

Ia menambahkan, penyerapan konsumsi pemerintah ditaksir melonjak 20 hingga 23 persen, lalu indikator pembentukan modal tetap bruto diperkirakan tumbuh 6,8 sampai 7,5 persen.

Adapun pengiriman ekspor barang dan jasa diprediksi tumbuh 7 hingga 8 persen, disusul kegiatan impor barang dan jasa yang diperkirakan berkisar 4,8 sampai 4,9 persen pada triwulan II 2026.

Secara keseluruhan untuk tahun 2026, pejabat dari sumbernya memprediksi angka pertumbuhan ekonomi bertahan di kisaran 4,9 hingga 5,1 persen.

Angka estimasi tersebut masih konsisten dengan hasil kalkulasi yang telah dikeluarkan sejak tahun lalu.

“Kami tidak mengubah proyeksi kami. Di tahun lalu, kami sudah melakukan proyeksi di Economic Outlook, bahwa kami memproyeksi pertumbuhan ekonomi yang akan mencapai antara 4,9 sampai 5,1 persen dan kemungkinan angkanya masih segitu,” ungkapnya.

Terkini