UIN Mataram Gandeng OJK Dan BSI Pacu Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa

UIN Mataram Gandeng OJK Dan BSI Pacu Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa
Rektor UIN Mataram bersama narasumber Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Auditorium UIN Mataram (FOTO: NET)

MATARAM - Universitas Islam Negeri Mataram bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyelenggarakan program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan finansial berbasis syariah pada era digital.

Acara berjuluk "Langkah Emas Generasi Cerdas Finansial dan Tangguh di Era Digital" ini digelar di Auditorium Kampus pada Senin, 27 Juli 2026, dengan peserta mencapai hampir satu ribu orang dari kalangan mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, pimpinan kampus, pimpinan OJK setempat, serta jajaran manajemen BSI.

Para pemateri menggarisbawahi krusialnya pemahaman keuangan syariah sebagai bekal anak muda mengarungi pesatnya modernisasi teknologi dan digitalisasi keuangan.

Peserta juga diperkenalkan pada rupa-rupa produk perbankan syariah berbasis digital, seperti transaksi harian, investasi emas, sampai perencanaan keuangan syariah.

Dari sumbernya menuturkan bahwa kemitraan antara pihak kampus, regulator, dan BSI menjadi pijakan strategis guna membangun wawasan serta akses mahasiswa terhadap layanan keuangan syariah.

"Literasi merupakan upaya memberikan pengetahuan mengenai produk dan layanan keuangan syariah agar masyarakat mampu mengelola keuangan sesuai syariat Islam dan regulasi negara. Sementara inklusi memastikan layanan tersebut mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

Penjelasan lebih lanjut menyampaikan bahwa tingkat literasi dan akses inklusi merupakan dua elemen yang saling melengkapi satu sama lain.

"Literasi tanpa inklusi berarti tahu tetapi tidak bisa mengakses. Sebaliknya, inklusi tanpa literasi berarti memiliki akses namun berisiko salah menggunakan layanan keuangan. Karena itu keduanya harus berjalan beriringan," terangnya.

Dari sumbernya menambahkan bahwa agenda ini bermanfaat sebagai sarana mahasiswa dalam menyelaraskan teori perkuliahan dengan praktik riil di dunia perbankan syariah.

Hal tersebut dipandang krusial lantaran pemahaman masyarakat terhadap produk syariah masih terhitung rendah, keterbatasan jangkauan akses, serta tingginya kebutuhan penguatan kualitas SDM di sektor ini.

Di sisi lain, dari sumbernya mengungkapkan bahwa penguatan wawasan keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya kehadiran platform finansial digital.

"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya berbagai penawaran finansial digital, pemahaman literasi keuangan yang benar menjadi kunci utama," ujarnya. "OJK terus berkomitmen mendorong inklusi dan perlindungan konsumen agar generasi muda dapat memanfaatkan ekosistem keuangan syariah digital secara bijak, aman, dan produktif untuk masa depan mereka."

Di samping menerima paparan materi, peserta dapat menjajal langsung beragam fitur perbankan syariah digital milik BSI.

Sinergi antara perguruan tinggi, otoritas pengawas, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tak cuma unggul secara akademik, melainkan cerdas secara finansial demi menyokong pertumbuhan ekonomi syariah di NTB.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index