Dokumen KUA PPAS RAPBD Tetapkan Proyeksi Pendapatan Sebesar Rp1,31 Triliun

Dokumen KUA PPAS RAPBD Tetapkan Proyeksi Pendapatan Sebesar Rp1,31 Triliun
Bupati KLU, Najmul Akhya (FOTO: NET)

TANJUNG - Kepala daerah dari sumbernya menyerahkan berkas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara RAPBD tahun dua ribu dua puluh tujuh dalam sidang paripurna dewan perwakilan rakyat daerah setempat.

Lewat keterangan resminya, kepala daerah menetapkan sasaran perolehan dana sebesar satu koma tiga satu lima triliun rupiah beserta pagu belanja senilai satu koma tiga satu nol triliun rupiah.

Melalui pagu tersebut, perolehan mandiri daerah diestimasi memberikan andil yang cukup berarti mencapai dua puluh delapan koma satu dua persen atau senilai tiga ratus tujuh puluh miliar rupiah.

Dari sumbernya menguraikan, keuangan daerah bertindak sebagai fondasi kuat dalam rangkaian pembangunan seiring pergerakan ekonomi terkini, prospek, serta arah pembangunan di wilayah tersebut.

Situasi tersebut terikat dengan aturan keuangan pusat, di mana pada tahun dua ribu dua puluh tujuh, pembiayaan diarahkan demi menjaga stabilitas perekonomian negara.

“Kebijakan fiskal tetap dilaksanakan secara hati-hati, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah,” ujarnya.

Sosok tersebut menyatakan bahwa pembangunan di wilayah tersebut pada tahun dua ribu dua puluh tujuh mengambil tema memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong transformasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tema tersebut sekalian menjadi pedoman di dalam penyusunan aturan perolehan pendapatan, belanja negara, dan pembiayaan anggaran yang difokuskan demi mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

Guna mewujudkan hal tersebut, kepala daerah menegaskan pentingnya anggaran pendapatan dan belanja yang sehat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Kebijakan keuangan daerah yang selama ini telah berjalan, perlu ditingkatkan lewat optimalisasi pemasukan, pengangkatan mutu belanja, serta efisiensi belanja di luar prioritas.

Berkenaan dengan rancangan kebijakan tahun dua ribu dua puluh tujuh, pimpinan tersebut mengutarakan estimasi pagu penerimaan daerah sebesar satu koma tiga satu lima triliun rupiah.

Angka itu terdiri atas estimasi perolehan mandiri mencapai tiga ratus tujuh puluh koma nol satu miliar rupiah atau dua puluh delapan koma satu dua persen dari rancangan anggaran.

Di sisi lain, estimasi pendapatan transfer ditargetkan pada angka sembilan ratus empat puluh lima koma sembilan puluh miliar rupiah atau tujuh puluh satu koma delapan delapan persen.

Pada bagian pengeluaran daerah, kepala daerah memperkirakan besaran senilai satu koma tiga satu nol triliun rupiah.

Jumlah tersebut mencakup pengeluaran operasional senilai satu koma nol empat delapan triliun rupiah atau tujuh puluh sembilan koma sembilan sembilan persen.

Selanjutnya terdapat pengeluaran modal senilai seratus tiga puluh satu koma lima lima miliar rupiah atau sepuluh koma nol empat persen.

Tersedia pula pengeluaran tak terduga sebesar tiga koma satu dua miliar rupiah atau nol koma dua empat persen, serta pengeluaran transfer sejumlah seratus dua puluh tujuh koma empat enam miliar rupiah atau sembilan koma tujuh tiga persen.

“Asumsi Silpa tahun berjalan (2026) sebesar Rp5,75 miliar,” imbuhnya.

Pada pos pembiayaan, saat ini instansi pemerintah setempat mencatatkan pemasukan senilai nol rupiah, serta pengeluaran pembiayaan sebesar lima koma tujuh lima miliar rupiah.

Pada momentum yang bersamaan, kepala daerah menyampaikan penghargaan kepada lembaga dewan atas keselarasan yang berlangsung positif sepanjang pengkajian anggaran maupun produk hukum lain di dewan.

“Semoga kerja sama kami dapat berjalan lebih baik dan lebih solid lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara,” tutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index